MTsN 7 Bantul Gelar Workshop Adiwiyata, Perkuat Pemahaman SIDIA dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Dalam upaya memantapkan implementasi program Adiwiyata, MTs Negeri 7 Bantul menyelenggarakan Workshop Adiwiyata pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 13.30–16.00 WIB. Bertempat di Perpustakaan MTsN 7 Bantul, kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul.
Workshop
ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga madrasah dalam
pengisian aplikasi SIDIA (Sistem Informasi Adiwiyata) serta penerapan
pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan di lingkungan madrasah. Melalui
kegiatan ini, MTsN 7 Bantul berupaya memperkuat kesiapan dalam memenuhi
indikator program Adiwiyata sekaligus membangun budaya peduli lingkungan secara
konsisten.
Kegiatan
diawali dengan sambutan Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat. Dalam sambutannya,
beliau menyambut baik kehadiran para narasumber dari DLH Kabupaten Bantul dan
mengajak seluruh guru serta tenaga kependidikan untuk mengikuti kegiatan dengan
sungguh-sungguh. Beliau berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk menambah
wawasan dan memperdalam pemahaman tentang implementasi program Adiwiyata di
madrasah.
Acara
inti pertama membahas pengisian aplikasi SIDIA yang disampaikan oleh Sri
Rahayu, selaku Penyuluh Lingkungan Hidup, dan Riski Budi Arum, selaku
Fasilitator Dinas Lingkungan Hidup. Dalam sesi ini, kedua narasumber memaparkan
secara teknis tata cara pengisian 24 indikator Adiwiyata pada aplikasi SIDIA,
disertai contoh bukti dukung atau eviden yang sesuai dengan masing-masing
indikator.
Para peserta mengikuti pemaparan dengan antusias. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, khususnya mengenai jenis eviden yang relevan dan tepat untuk diunggah ke dalam aplikasi SIDIA. Diskusi berlangsung interaktif sehingga peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai dokumentasi kegiatan dan penyusunan bukti dukung dalam pelaksanaan program Adiwiyata.
Sesi
berikutnya membahas materi Pengelolaan Sampah bersama Wisnu Setiawan dan Reni
Eka Setiawati selaku Fasilitator Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul.
Materi ini menitikberatkan pada pengelolaan sisa makanan dari program Makan
Bergizi Gratis (MBG) melalui sejumlah metode sederhana dan ramah lingkungan,
yaitu biopori, LOSIDA (Lodong Sisa Dapur), dan galon tumpuk.
Untuk
memberikan gambaran nyata, narasumber juga menunjukkan contoh penerapan metode
galon tumpuk di salah satu SMP di Kabupaten Bantul. Melalui metode tersebut,
sampah organik dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya Pupuk
Organik Cair (POC). Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai
pengolahan kulit dan sisa buah menjadi eco-enzyme, yaitu cairan hasil
fermentasi bahan organik yang dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Penyampaian
materi ini memberikan wawasan praktis bagi warga madrasah tentang pentingnya
memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya. Dengan penerapan metode yang
tepat, sampah organik yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah
menjadi produk bermanfaat, sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke
lingkungan.
Melalui
workshop ini, MTsN 7 Bantul tidak hanya memperkuat pemahaman teknis terkait
administrasi dan pelaporan program Adiwiyata melalui aplikasi SIDIA, tetapi
juga mendorong penerapan praktik pengelolaan sampah yang nyata dan
berkelanjutan. Keterlibatan seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan
menjadi langkah penting dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan yang dapat
diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di madrasah.
Kegiatan ini menjadi bukti kesungguhan MTs Negeri 7 Bantul untuk terus berbenah dan berinovasi dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, MTsN 7 Bantul terus melangkah menuju predikat Adiwiyata Nasional, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada seluruh warga madrasah.(rara)




Tidak ada komentar
Posting Komentar