Sapa Mentari, Awali Pagi dengan Senyum Hangat dari Guru dan Pegawai MTsN 7 Bantul untuk Para Murid
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Senyum, salam, dan sapaan hangat menjadi bagian dari suasana pagi di MTsN 7 Bantul, Jumat (2/10/2026). Sejak pagi, Bapak dan Ibu Guru serta pegawai MTsN 7 Bantul telah berjajar rapi di pintu gerbang madrasah untuk menyambut kedatangan para peserta didik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Sapa Mentari, sebuah kegiatan rutin yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai.
Program Sapa Mentari menjadi salah satu
bentuk komitmen MTsN 7 Bantul dalam menciptakan suasana madrasah yang ramah,
tertib, dan menyenangkan sejak peserta didik tiba di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, guru dan pegawai tidak sekadar menyambut kedatangan
peserta didik, tetapi juga membangun komunikasi positif melalui senyum, salam,
dan sapaan.
Kegiatan Sapa Mentari dilaksanakan
secara rutin mulai pukul 06.15 hingga 07.15 WIB. Pada waktu tersebut, guru dan
pegawai mengambil posisi di area pintu gerbang untuk menyambut peserta didik
yang datang ke madrasah. Peserta didik yang memasuki lingkungan madrasah
mendapatkan sapaan dan sambutan hangat sebelum melanjutkan aktivitasnya di
kelas.
Kepala MTsN 7 Bantul melalui pelaksanaan
program tersebut terus mendorong terciptanya budaya positif di lingkungan
madrasah. Kehadiran guru dan pegawai di pintu gerbang menjadi bagian dari
keteladanan sekaligus sarana untuk membangun kedisiplinan peserta didik.
Selain memberikan suasana yang hangat,
Sapa Mentari juga diarahkan untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik.
Dengan adanya kegiatan penyambutan sejak pagi, peserta didik dibiasakan datang
tepat waktu dan mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk sikap disiplin yang tidak hanya
diterapkan di madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana Sapa Mentari pada Jumat pagi
tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Peringatan Hari Batik
Nasional. Seluruh guru, pegawai, dan peserta didik MTsN 7 Bantul mengenakan
pakaian batik. Nuansa batik yang terlihat sejak pagi menjadikan suasana
madrasah tampak lebih semarak sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran
kontekstual bagi peserta didik.
Pengenaan pakaian batik pada momentum
Hari Batik Nasional juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa bangga
terhadap warisan budaya Indonesia. Peserta didik dapat melihat secara langsung
bahwa kecintaan terhadap budaya bangsa dapat diwujudkan melalui tindakan
sederhana, termasuk mengenakan dan menghargai batik sebagai salah satu warisan
budaya Indonesia.
Momentum tersebut sekaligus memperkuat
makna Sapa Mentari sebagai kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada
kedisiplinan, tetapi juga membangun karakter peserta didik. Senyum dan sapaan
guru pada pagi hari dapat menjadi bentuk perhatian sederhana yang memberikan
suasana positif sebelum peserta didik memulai pembelajaran.
Melalui program Sapa Mentari, MTsN 7
Bantul berupaya membangun budaya madrasah yang mengedepankan keteladanan,
kedisiplinan, keramahan, dan kepedulian. Interaksi positif antara guru,
pegawai, dan peserta didik sejak pagi diharapkan dapat menciptakan iklim
pembelajaran yang nyaman dan kondusif.
Dengan demikian, setiap pagi tidak hanya menjadi awal dari kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik. Sapa Mentari menjadi salah satu ikhtiar MTsN 7 Bantul dalam menghadirkan madrasah yang ramah, disiplin, dan berkarakter, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan seluruh warga madrasah.(ery)



Tidak ada komentar
Posting Komentar