Diseminasi Seminar Budaya Damai Digelar pada Pertemuan POT Kelas IX A MTsN 7 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) — MTsN 7 Bantul melaksanakan Seminar “Budaya Damai sebagai Pilar Madrasah Ramah Anak” pada Kamis (22/01) yang diikuti perwakilan tiap kelas satu orang tua dan selanjutnya harus mengimbaskan ke POT (Perkumpulan Orang Tua) kelas masing–masing. Hal itu ditindak lanjuti oleh POT kelas IX A yang melaksanakan pertemuan pada hari Ahad (24/01) untuk diseminasi hasil seminar dari pukul 09.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Kelas IX A MTsN 7 Bantul.
Diseminasi disampaikan oleh Ibu Fia Sariwati,
perwakilan orang tua yang mengikuti seminar, sekaligus orang tua dari Alisya Hasna Kayyisa.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan kembali nilai-nilai penting hasil
seminar kepada orang tua murid sebagai bentuk sinergi madrasah dan keluarga
dalam mewujudkan Madrasah Ramah Anak.
Dalam pemaparannya, Ibu Fia Sariwati menyampaikan bahwa budaya damai merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bahagia bagi murid. Budaya damai diwujudkan melalui sikap saling menghargai, komunikasi yang santun, empati, serta penyelesaian konflik secara damai baik di lingkungan madrasah maupun di rumah. Orang tua memiliki peran strategis dalam mendukung terbentuknya suasana tersebut melalui pola asuh yang positif dan penuh kebahagiaan.
Wali kelas IX A, Nurhidayati, dalam sambutannya menyampaikan
terima
kasih atas kehadiran dan partisipasi orang tua dalam pertemuan
POT tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran orang tua menunjukkan kepedulian
dan perhatian yang besar terhadap perkembangan dan pendidikan putra-putrinya,
khususnya menjelang akhir masa belajar di kelas IX. Pada kesempatan tersebut,
wali kelas juga menyampaikan beberapa informasi kegiatan akhir tahun kelas IX
antara lain, pelaksanaan Try Out TKA-TKAD berikutnya, Asesmen Praktik,
pelaksanaan TKA-TKAD Utama dan Asesmen Madrasah.
Melalui kegiatan
diseminasi ini, diharapkan terjalin pemahaman dan komitmen bersama antara
madrasah dan orang tua dalam menumbuhkan budaya damai, sehingga tercipta
lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan, karakter positif, kebahagiaan
dan keberhasilan murid.(ida)




Tidak ada komentar
Posting Komentar