MTsN 7 Bantul Kembali Adakan In House Training (IHT): Murid Bahagia Berawal Dari Guru yang Bahagia
Bantul (MTsN 7 Bantul) - Siang itu, Kamis (22/01) mulai pukul 13.00 WIB Hall gedung utama MTsN 7 Bantul penuh sesak dengan kehadiran seluruh guru pegawai, pengurus komite dan perwakilan wali murid lintas kelas. Pasalnya hari ini, MTsN 7 Bantul kembali menggelar In House Training (IHT) setelah sukses dengan gelaran IHT yang pertama, untuk IHT yang kedua ini mengambil tema membangun budaya damai di Madrasah dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd, Dosen dan Kepala Kantor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Lanjariyah, S.Pd Guru
IPS yang juga Waka Kesiswaan selaku pembawa acara membacaan susunan acara IHT, untuk
yang pertama adalah pembukaan dilanjutkan sambutan pengawas Madrasah Kementerian
Agama Kabupaten Bantul Miftakhul Bakhri, dalam sambutannya Pak Ta’ul begitu
beliau disapa, mengatakan bahwa IHT kali ini sangat penting untuk di ikuti, karena
akan sangat bermanfaat untuk kita. ”Saya menyambut baik kegiatan ini, apalagi
bertemakan membangun budaya damai di Madrasah, kita tahu bahwa akhir-akhir ini
kita disuguhi pemberitaan yang membuat kita menjadi prihatin, adanya pembulian
sesama siswa, perkelahian dan tindakan lain yang membuat suasana pembelajaran
di madrasah menjadi terganggu, oleh karena itu mari kita Bersama-sama mengikuti
pemaparan dari Prof. Dody tentang bagaimana membangun budaya damai di madrasah”,
harap Pak Ta’ul.
Sementara itu, dalam paparannya Prof. Dody menyampaikan materinya dengan memutar video singkat, dalam video tersebut digambarkan tentang pendapat orang tua terhadap anaknya mengenai hobi, kebiasaan, pelajaran yang disenangi, paling dekat dengan siapa dan lain sebagainya yang rata-rata pendapat orang tua berseberangan dengan anaknya. Dengan gayanya yang santai dan komunikatif, Prof. Dody memberikan contoh kasus dan cara penanganannya. ”Ibu bapak, perlu di ketahui bahwa penanganan anak yang sedang bermasalah itu berbeda-beda, untuk anak perempuan bebeda dengan anak laki-laki, levelnya juga lain-lain, tapi pada dasarnya orang tua atau guru yang sedang menghadapi anak atau murid yang sedang ada masalah harus mengamati dari awal kenapa masalah itu terjadi, dampak dari masalah dan solusi untuk jalan keluar atas masalahnya”, ungkap Prof Dody. Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita lakukan, diantarnya adalah cermati permasalahan yang sedang dihadapi, dengarkan secara penuh atas apa yang sedang dihadapi, pahami apa yang dinginkannya. Dengan mendengarkan curahan hati dengan serius dan seksama pada dasarnya sudah mengurangi beban mentalnya.




Tidak ada komentar
Posting Komentar