Header Ads

ad728
  • Breaking News

    MTsN 7 Bantul Kembali Adakan In House Training (IHT): Murid Bahagia Berawal Dari Guru yang Bahagia

    Bantul (MTsN 7 Bantul) - Siang itu, Kamis (22/01) mulai pukul 13.00 WIB Hall gedung utama MTsN 7 Bantul penuh sesak dengan kehadiran seluruh guru pegawai, pengurus komite dan perwakilan wali murid lintas kelas. Pasalnya hari ini, MTsN 7  Bantul kembali menggelar In House Training (IHT) setelah sukses dengan gelaran IHT yang pertama, untuk IHT yang kedua ini mengambil tema membangun budaya damai di Madrasah dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd, Dosen dan Kepala Kantor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.



    Lanjariyah, S.Pd Guru IPS yang juga Waka Kesiswaan selaku pembawa acara membacaan susunan acara IHT, untuk yang pertama adalah pembukaan dilanjutkan sambutan pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul Miftakhul Bakhri, dalam sambutannya Pak Ta’ul begitu beliau disapa, mengatakan bahwa IHT kali ini sangat penting untuk di ikuti, karena akan sangat bermanfaat untuk kita. ”Saya menyambut baik kegiatan ini, apalagi bertemakan membangun budaya damai di Madrasah, kita tahu bahwa akhir-akhir ini kita disuguhi pemberitaan yang membuat kita menjadi prihatin, adanya pembulian sesama siswa, perkelahian dan tindakan lain yang membuat suasana pembelajaran di madrasah menjadi terganggu, oleh karena itu mari kita Bersama-sama mengikuti pemaparan dari Prof. Dody tentang bagaimana membangun budaya damai di madrasah”, harap Pak Ta’ul.

    Sementara itu, dalam paparannya Prof. Dody menyampaikan materinya dengan memutar video singkat, dalam video tersebut digambarkan tentang pendapat orang tua terhadap anaknya mengenai hobi, kebiasaan, pelajaran yang disenangi, paling dekat dengan siapa dan lain sebagainya yang rata-rata pendapat orang tua berseberangan dengan anaknya. Dengan gayanya yang santai dan komunikatif, Prof. Dody memberikan contoh kasus dan cara penanganannya. ”Ibu bapak, perlu di ketahui bahwa penanganan anak yang sedang bermasalah itu berbeda-beda, untuk anak perempuan bebeda dengan anak laki-laki, levelnya juga lain-lain, tapi pada dasarnya orang tua atau guru yang sedang menghadapi anak atau murid yang sedang ada masalah harus mengamati dari awal kenapa masalah itu terjadi, dampak dari masalah dan solusi untuk jalan keluar atas masalahnya”, ungkap Prof Dody. Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita lakukan, diantarnya adalah cermati permasalahan yang sedang dihadapi, dengarkan secara penuh atas apa yang sedang dihadapi, pahami apa yang dinginkannya. Dengan mendengarkan curahan hati dengan serius dan seksama pada dasarnya sudah mengurangi beban mentalnya.



    Dari kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh anak, maka tindakan kita sebagai guru atau orang tua adalah: ketika anak dalam keadaan marah maka tenangkan, ketika anak menangis maka redakan, kesalahannya diperbaiki, kekuranganya dilengkapi dan sakitnya diobati. Dari sekian banyak teori mengenai penanganan permasalahan maka yang harus dikedepakan adalah nalar dan hati, kapan kita harus menasehati, kapan kita harus diam untuk membersamai sebagai teman dan sahabat, sehingga anak tidak akan canggung dan pada akhirnya berkenan menumpahkan isi hatinya kepada kita. Di akhir pemaparan materi, Prof. Dody kembali memutar video singkat mengenai motivasi keluarga tentang bagaimana pentingnya saling menghormati menyayangi sesama saudara apalagi kepada orang tua. Kepala MTsN 7 Bantul Hidayat, sangat mengapresiasi atas susksesnya kegiatan IHT putaran kedua ini, ditambahkan bahwa pengendalian diri itu sangat penting dalam rangka menuju kepada proses pendewasaan yang paripurna.(khan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728