Header Ads

ad728
  • Breaking News

    “Menjaga Fitrah, Menyambut Dewasa”, BK MTsN 7 Bantul Hadirkan Edukasi Pubertas Perspektif Islam yang Hangat dan Bermakna

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Jumat, 13 Februari 2026 suasana kelas VII C terasa berbeda dari biasanya. Hari itu,  Bimbingan dan Konseling menghadirkan tema yang dekat dengan kehidupan remaja: Pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam dengan materi Masa Pubertas.



    Kegiatan dipandu langsung oleh guru BK kelas VII, Winarsih yang mengemas layanan bimbingan secara kreatif, komunikatif, dan penuh empati. Sejak awal, siswa diajak memahami bahwa pubertas bukan sesuatu yang tabu/ memalukan, melainkan bagian dari proses Allah dalam menyempurnakan manusia menuju kedewasaan.

    Alih-alih hanya menjelaskan, guru BK membuka sesi dengan berbagai pertanyaan seputar pubertas melalui media permainan “spin” dan menyanyikan lagu “Masa Pubertas”.  Dengan media dan lagu,  menjadikan layanan BK makin seru dan siswa antusias. “Dalam Islam, perubahan tubuh adalah tanda dimulainya masa baligh, artinya individu sudah dikenai hukum syariat. Maka hendaknya individu menyadari bahwa tubuh kita  adalah amanah yang harus digunakan sesuai aturan Allah,” jelas Winarsih. “Jika tidak digunakan sesuai aturan Allah maka akan timbul kerusakan, artinya kita mulai belajar menjaga diri, menjaga pandangan, dan menjaga kehormatan,” tambahnya.

    Materi meliputi perubahan fisik dan psikhis, sosial-emosional dan bagaimana remaja menyikapi perubahan tersebut secara tepat. Siswa belajar tanpa canggung dan dari tabu/malu menjadi tahu

    Menariknya, di akhir sesi siswa membuat komitmen pribadi yang ditulis pada kertas stiki note dan ditempel pada “Pohon Harapan”.  Guru BK ingin mengajak siswa untuk mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain dan kepada Allah SWT. Mereka menuliskan satu sikap yang akan dilakukan setelah memahami pubertas, seperti menjaga aurat, membatasi pergaulan, dan menghormati diri sendiri, menjauhi bully dan bicara kotor, salat 5 waktu, menghormati perbedaan dan keunikan orang lain dan sebagainya.



    Fadhila salah satu siswa mengungkapkan, “Materi ini sangat penting dan bermanfaat,  kita jadi tahu cara menjaga diri dengan benar. ”Melalui layanan ini, BK hadir bukan hanya sebagai ruang konseling saat bermasalah, tetapi sebagai ruang edukasi kehidupan yang berkontribusi sebagai usaha preventif perilaku mal adaptif pada siswa. Pendekatan integratif — sains dan agama — membuat siswa lebih siap menghadapi perubahan usia remaja dengan sehat dan tepat secara fisik, emosional, dan spiritual. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan simpulan: bahwa menjadi dewasa bukan sekadar bertambah umur, tetapi bertambah tanggung jawab di hadapan Allah SWT.(Win)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728