Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Guru MTsN 7 Bantul Ikuti Syawalan PGRI Kapanewon Piyungan, Perkuat Karakter dan Profesionalisme Pendidik

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik, guru-guru MTsN 7 Bantul mengikuti kegiatan syawalan yang diselenggarakan oleh PGRI Kapanewon Piyungan pada Senin, 3 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kalurahan Sitimulyo dengan suasana yang penuh kekhidmatan, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan.



    Syawalan ini diikuti oleh para guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kapanewon Piyungan. Kehadiran para pendidik dari berbagai instansi menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang saling bermaaf-maafan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan.

    Mengusung tema “Memperkuat Karakter dan Peningkatan Kualitas Diri, Etika, dan Profesionalisme Pendidik secara Berkelanjutan,” kegiatan ini memberikan pesan mendalam bahwa seorang guru tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus terus mengembangkan karakter, etika, serta profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Tema tersebut menjadi refleksi penting agar para pendidik senantiasa berkomitmen untuk belajar, berbenah, dan meningkatkan kualitas diri secara terus-menerus.

    Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari panitia dan perwakilan PGRI Kapanewon Piyungan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan syawalan ini merupakan tradisi yang memiliki nilai luhur, yaitu mempererat ukhuwah, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan semangat baru setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.

    Puncak acara diisi dengan penyampaian hikmah syawalan oleh Ustadz H. Suyanto. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan sejatinya merupakan proses penggemblengan diri yang bertujuan untuk mendekatkan manusia kepada Allah SWT. Puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.

    Lebih lanjut, Ustadz Suyanto menekankan pentingnya melakukan rekonsiliasi hati setelah Ramadan. Menurutnya, setiap individu perlu membersihkan hati dari rasa iri, dengki, dan prasangka buruk, serta membuka ruang untuk saling memaafkan. Hal ini menjadi sangat relevan bagi para pendidik yang setiap hari berinteraksi dengan banyak pihak, baik siswa, rekan kerja, maupun masyarakat.

    Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam lingkungan kerja. Komunikasi yang efektif dan penuh empati akan menciptakan suasana kerja yang harmonis dan kondusif. Tidak kalah penting, budaya saling mendoakan juga menjadi kekuatan spiritual yang mampu mempererat hubungan dan menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas.

    Kegiatan syawalan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk, memohon kepada Allah SWT agar seluruh pendidik senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas, serta mampu menjadi teladan yang baik bagi para peserta didik.

    Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, guru-guru MTsN 7 Bantul diharapkan dapat mengambil hikmah dan nilai-nilai positif yang disampaikan, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia pendidikan. Semangat kebersamaan, peningkatan kualitas diri, serta penguatan karakter diharapkan mampu mendorong terciptanya pendidik yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi dalam mencerdaskan generasi bangsa.(sri_hid)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728