Guru MTsN 7 Bantul Ikuti Syawalan PGRI Kapanewon Piyungan, Perkuat Karakter dan Profesionalisme Pendidik
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik, guru-guru MTsN 7 Bantul mengikuti kegiatan syawalan yang diselenggarakan oleh PGRI Kapanewon Piyungan pada Senin, 3 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kalurahan Sitimulyo dengan suasana yang penuh kekhidmatan, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan.
Syawalan
ini diikuti oleh para guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah
Kapanewon Piyungan. Kehadiran para pendidik dari berbagai instansi menjadikan
kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang saling bermaaf-maafan, tetapi juga
sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memajukan dunia
pendidikan.
Mengusung
tema “Memperkuat Karakter dan
Peningkatan Kualitas Diri, Etika, dan Profesionalisme Pendidik secara
Berkelanjutan,” kegiatan ini memberikan pesan mendalam bahwa
seorang guru tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi
juga harus terus mengembangkan karakter, etika, serta profesionalisme dalam
menjalankan tugasnya. Tema tersebut menjadi refleksi penting agar para pendidik
senantiasa berkomitmen untuk belajar, berbenah, dan meningkatkan kualitas diri
secara terus-menerus.
Rangkaian
acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari panitia dan
perwakilan PGRI Kapanewon Piyungan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa
kegiatan syawalan ini merupakan tradisi yang memiliki nilai luhur, yaitu
mempererat ukhuwah, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan
semangat baru setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.
Puncak
acara diisi dengan penyampaian hikmah syawalan oleh Ustadz H. Suyanto. Dalam
tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan sejatinya
merupakan proses penggemblengan diri yang bertujuan untuk mendekatkan manusia
kepada Allah SWT. Puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga,
tetapi juga sebagai sarana melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta
pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih
lanjut, Ustadz Suyanto menekankan pentingnya melakukan rekonsiliasi hati
setelah Ramadan. Menurutnya, setiap individu perlu membersihkan hati dari rasa
iri, dengki, dan prasangka buruk, serta membuka ruang untuk saling memaafkan.
Hal ini menjadi sangat relevan bagi para pendidik yang setiap hari berinteraksi
dengan banyak pihak, baik siswa, rekan kerja, maupun masyarakat.
Selain
itu, beliau juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam
lingkungan kerja. Komunikasi yang efektif dan penuh empati akan menciptakan
suasana kerja yang harmonis dan kondusif. Tidak kalah penting, budaya saling
mendoakan juga menjadi kekuatan spiritual yang mampu mempererat hubungan dan
menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas.
Kegiatan
syawalan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk,
memohon kepada Allah SWT agar seluruh pendidik senantiasa diberikan kesehatan,
kekuatan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas, serta mampu menjadi teladan
yang baik bagi para peserta didik.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, guru-guru MTsN 7 Bantul diharapkan dapat mengambil hikmah dan nilai-nilai positif yang disampaikan, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia pendidikan. Semangat kebersamaan, peningkatan kualitas diri, serta penguatan karakter diharapkan mampu mendorong terciptanya pendidik yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi dalam mencerdaskan generasi bangsa.(sri_hid)



Tidak ada komentar
Posting Komentar