Header Ads

ad728
  • Breaking News

    “Stop Bullying, Tebar Ramah!” BK MTsN 7 Bantul Hadirkan Edukasi Anti Perundungan Berbasis Al Quran di Pesantren Ramadan 1447 H

    Bantul (MTsN 7 Bantul) - Suasana Pesantren Ramadan 1447 H di MTsN 7 Bantul pada Kamis, 12 Maret 2026 terasa berbeda dan penuh semangat. Dalam rangkaian kegiatan pembinaan karakter siswa, layanan Bimbingan dan Konseling (BK) menghadirkan materi edukatif bertema bullying dalam perspektif Islam yang dikemas secara kreatif, inovatif, dan interaktif.



    Bertempat di kelas masing-masing, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia yang bersumber dari Al-Qur’an. Melalui pendekatan yang komunikatif dan kontekstual, siswa diajak memahami bahwa perilaku bullying bukan hanya melukai sesama, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai keimanan dan rahmatan lil ‘alamin yang diajarkan dalam Islam.

    Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah kuis interaktif “Mitos atau Fakta tentang Bullying.” Siswa diminta menilai berbagai pernyataan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, seperti anggapan bahwa mengejek teman hanya sekadar bercanda atau bahwa diam saja sudah cukup untuk menghindari bullying.

    Winarsih, selaku konselor (guru BK) menuturkan, selain itu, kegiatan juga diperkaya dengan literasi Al-Qur’an yang mengajak siswa menelusuri ayat-ayat yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat sesama manusia. “Beberapa ayat yang dikaji adalah larangan saling mengejek dan merendahkan orang lain yang mengandung pesan kuat tentang pentingnya saling menghargai dan menjaga lisan. Yakni QS Al hujurat 11–13, Q.S. Al Humazah: 1, Q.S. Al Maidah: 2 serta Q.S. Al Zalzalah: 7-8,” tuturnya menjelaskan.

    Winarsih berharap  siswa memahami bullying dari sisi pribadi-sosial, psikologis,dan spiritual. Pesan yang disampaikan lebih mendalam Siswa terlihat antusias mengikuti sesi tersebut. Harapan lain dari kegiatan tersebut yakni menumbuhkan budaya damai di madrasah.



    Semangat Ramadan pun dimaknai bukan hanya sebagai momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat akhlak, memperbaiki perilaku, dan menebarkan kebaikan kepada sesama. Dengan pendekatan edukatif yang inspiratif dan berbasis nilai-nilai Islam, kegiatan ini menjadi lebih berwarna dan bermakna, sebuah langkah nyata dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berempati, dan berakhlak mulia.(win)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728