Ekstrakurikuler Batik Kembali Aktif, Siswa Antusias Menerima Bagian Soda Abu untuk Proses Pelorodan
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Kegiatan ekstrakurikuler batik kembali dilaksanakan pada Rabu, 08 April 2026 mulai pukul 15.30 WIB, setelah sempat diliburkan selama bulan puasa. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini diikuti oleh para peserta yang tampak antusias melanjutkan proses pembuatan karya batik tulis traveling mereka.
Pada
pertemuan kali ini, peserta mendapatkan bagian soda abu yang digunakan untuk
proses pelorodan batik. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari proses sebelumnya,
yakni pewarnaan menggunakan teknik napthol. Setelah melalui tahap pewarnaan,
karya batik perlu menjalani proses pelorodan agar malam (lilin batik) yang
menempel pada kain dapat dihilangkan.
Proses
pelorodan menjadi tahap penting dalam pembuatan batik karena berfungsi untuk
mengangkat lapisan malam yang menutup sebagian permukaan kain. Dengan
dihilangkannya malam tersebut, motif dan warna asli hasil pewarnaan akan tampak
lebih jelas dan maksimal. Tanpa proses ini, hasil akhir batik tidak akan
terlihat sempurna, karena sebagian motif masih tertutup oleh lapisan lilin.
Dalam
kegiatan ini, soda abu berperan sebagai bahan utama untuk membantu meluruhkan
malam dari kain. Soda abu dicampurkan ke dalam air panas, sehingga mampu
mempercepat proses pelepasan malam dari serat kain. Selain itu, penggunaan soda
abu juga membantu menjaga kualitas warna agar tetap cerah dan tidak mudah
luntur setelah proses pelorodan selesai.
Guru
pengampu ekstrakurikuler batik, Apriliya Nur Muti'ah, menyampaikan bahwa
kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis siswa, tetapi juga
menumbuhkan ketekunan dan apresiasi terhadap budaya lokal.
“Proses
pelorodan ini sangat penting karena menjadi tahap akhir yang menentukan
keindahan hasil batik siswa. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa setiap
proses dalam membatik memiliki peran yang saling berkaitan dan tidak bisa
dilewatkan,” ujarnya.
Ia
juga menambahkan harapannya agar siswa semakin mencintai seni batik dan mampu
menghasilkan karya yang lebih kreatif ke depannya.
“Saya
berharap anak-anak tidak hanya memahami tekniknya, tetapi juga memiliki rasa
bangga terhadap karya sendiri. Semoga ke depan mereka bisa terus mengembangkan
kreativitas, bahkan menghasilkan karya batik yang bernilai jual,” tambahnya.
Dengan kembali aktifnya kegiatan ekstrakurikuler batik ini, diharapkan siswa dapat terus mengasah keterampilan seni mereka sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa melalui karya nyata.(muti_Art)



Tidak ada komentar
Posting Komentar