Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Ekstrakurikuler Batik Kembali Aktif, Siswa Antusias Menerima Bagian Soda Abu untuk Proses Pelorodan

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Kegiatan ekstrakurikuler batik kembali dilaksanakan pada Rabu, 08 April 2026 mulai pukul 15.30 WIB, setelah sempat diliburkan selama bulan puasa. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini diikuti oleh para peserta yang tampak antusias melanjutkan proses pembuatan karya batik tulis traveling mereka.



    Pada pertemuan kali ini, peserta mendapatkan bagian soda abu yang digunakan untuk proses pelorodan batik. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari proses sebelumnya, yakni pewarnaan menggunakan teknik napthol. Setelah melalui tahap pewarnaan, karya batik perlu menjalani proses pelorodan agar malam (lilin batik) yang menempel pada kain dapat dihilangkan.

    Proses pelorodan menjadi tahap penting dalam pembuatan batik karena berfungsi untuk mengangkat lapisan malam yang menutup sebagian permukaan kain. Dengan dihilangkannya malam tersebut, motif dan warna asli hasil pewarnaan akan tampak lebih jelas dan maksimal. Tanpa proses ini, hasil akhir batik tidak akan terlihat sempurna, karena sebagian motif masih tertutup oleh lapisan lilin.

    Dalam kegiatan ini, soda abu berperan sebagai bahan utama untuk membantu meluruhkan malam dari kain. Soda abu dicampurkan ke dalam air panas, sehingga mampu mempercepat proses pelepasan malam dari serat kain. Selain itu, penggunaan soda abu juga membantu menjaga kualitas warna agar tetap cerah dan tidak mudah luntur setelah proses pelorodan selesai.

    Guru pengampu ekstrakurikuler batik, Apriliya Nur Muti'ah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis siswa, tetapi juga menumbuhkan ketekunan dan apresiasi terhadap budaya lokal.

    “Proses pelorodan ini sangat penting karena menjadi tahap akhir yang menentukan keindahan hasil batik siswa. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa setiap proses dalam membatik memiliki peran yang saling berkaitan dan tidak bisa dilewatkan,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan harapannya agar siswa semakin mencintai seni batik dan mampu menghasilkan karya yang lebih kreatif ke depannya.

    “Saya berharap anak-anak tidak hanya memahami tekniknya, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap karya sendiri. Semoga ke depan mereka bisa terus mengembangkan kreativitas, bahkan menghasilkan karya batik yang bernilai jual,” tambahnya.

    Dengan kembali aktifnya kegiatan ekstrakurikuler batik ini, diharapkan siswa dapat terus mengasah keterampilan seni mereka sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa melalui karya nyata.(muti_Art)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728