Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kasi Dikmad Kemenag Bantul: Pentingnya Adaptasi Ekologi dan Nilai Teologi di Era Perubahan Global

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ahmad Musyadad, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang kian dinamis. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pembukaan kegiatan "Pelatihan Menulis Puisi Bertema Ekoteologi Bagi Guru MTs Kabupaten Bantul" yang berlangsung di Waroeng Omah Sawah, Bantul, Selasa (28/4).



    Dalam arahannya, Ahmad Musyadad menyoroti fenomena perubahan dunia yang sangat kontras jika dibandingkan dengan masa lampau. Menurutnya, tantangan lingkungan saat ini menuntut setiap individu, termasuk tenaga pendidik, untuk memiliki kesadaran ekologis yang tinggi.

    "Dunia sudah berubah, berbeda dengan masa kecil kita dulu. Oleh karena itu, perlu adanya adaptasi terhadap lingkungan atau ekologi. Hubungan antara lingkungan dan Tuhan adalah hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan," ujar Ahmad Musyadad di hadapan para peserta.

    Partisipasi Guru MTsN 7 Bantul Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para pendidik madrasah di lingkungan Kabupaten Bantul. Di antara para peserta, hadir pula perwakilan dari guru Bahasa Indonesia MTsN 7 Bantul yang turut aktif berpartisipasi, yakni Siti Nurul Khusna, Meta Rahmaningrum, dan Siti Maryatun. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen tenaga pendidik dalam meningkatkan kompetensi menulis kreatif sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara para pendidik madrasah dengan Program Studi Sastra Indonesia, Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

    Analogi Segitiga Ekoteologi Usai sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan materi utama yang disampaikan oleh pakar sastra sekaligus akademisi dari UNY, Prof. Dr. Drs. Suminto A Sayuti, M.Hum. Dalam paparannya, Prof. Suminto membedah konsep ekoteologi melalui pendekatan kreatif dalam penulisan puisi.

    Beliau menganalogikan ekoteologi sebagai sebuah segitiga sama sisi. Dalam pandangan tersebut, ketiga garis yang membentuk segitiga melambangkan hubungan timbal balik yang seimbang antara Tuhan, manusia, dan lingkungan.



    Melalui puisi, para guru diharapkan mampu mengekspresikan kesadaran religius yang mewujud dalam sikap menjaga kelestarian alam. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru-guru MTs di Kabupaten Bantul dengan keterampilan menulis kreatif sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan berbasis spiritualitas kepada siswa di madrasah masing-masing. Kegiatan ditutup dengan sesi praktik penulisan puisi yang dipandu langsung oleh tim dari FBSB UNY.(Meta)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728