Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Sinergi UNY dan MGMP di bawah Kemenag Bantul: Kembangkan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia MTs Melalui Pelatihan Menulis Puisi

    Bantul (MTsN 7 Bantul) - Upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bantul terus digalakkan. Kali ini, Program Studi Sastra Indonesia, Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa "Pelatihan Menulis Puisi Bertema Ekoteologi Bagi Guru MTs Kabupaten Bantul".



    Acara yang berlangsung di Waroeng Omah Sawah ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk mengasah kemampuan kreatif dan memperkaya metodologi pengajaran sastra di madrasah. Pelatihan ini menghadirkan narasumber istimewa yang merupakan pakar sastra nasional, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti. Kehadiran dosen senior UNY ini memberikan inspirasi dan wawasan mendalam mengenai teknik penulisan puisi yang relevan dengan tema lingkungan hidup (ekoteologi) pada hari ini Selasa 28 April 2026.

    Kegiatan ini dihadiri dan didukung penuh oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kemenag Bantul, Ahmad Musyadad, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada UNY atas inisiatif program pengabdian masyarakat ini.

    "Kami menyambut baik sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan di lapangan. Pelatihan ini sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas guru madrasah, khususnya dalam literasi sastra, sehingga diharapkan mampu mencetak generasi madrasah yang unggul dan berprestasi," ujar Ahmad Musyadad saat memberikan sambutan.

    Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat, memberikan dukungan penuh atas partisipasi aktif para gurunya dalam forum ilmiah tersebut.

    "Kami sangat bangga guru Bahasa Indonesia kita bisa menimba ilmu langsung dari pakarnya, Prof. Suminto. Ilmu yang didapat hari ini diharapkan dapat segera diimplementasikan di kelas, sehingga siswa MTsN 7 Bantul tidak hanya pandai berbahasa, tetapi juga memiliki kedalaman rasa dan karakter melalui sastra," ujar Hidayat.

    Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari kehadiran para guru Bahasa Indonesia dari berbagai MTs di Kabupaten Bantul. Tak ketinggalan, tiga guru Bahasa Indonesia dari MTsN 7 Bantul turut serta sebagai peserta aktif dalam pelatihan ini. Keikutsertaan mereka menegaskan komitmen MTsN 7 Bantul untuk selalu aktif dalam upaya peningkatan kompetensi diri dan profesionalisme sebagai pendidik.

    Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan dunia literasi di lingkungan madrasah se-Kabupaten Bantul.(nrl)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728