Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Siapkan Pendampingan Anak Menjelang ASAT, Pertemuan POT VII B Hadirkan Guru BK

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Paguyuban Orang Tua (POT) kelas VII B senantiasa mendukung putra-putrinya yang menempuh pendidikan di MTsN 7 Bantul. Terlebih sebentar lagi akan mengikuti Asesment Sumatif Akhir Tahun pada 3 Juni 2026 mendatang. Dukungan tersebut antara lain dengan menyelenggarakan pertemuan yang dilaksanakan pada hari Ahad (24/5) dengan mengambil tempat di ruang Laboratorium IPA.  Pertemuan tersebut juga menghadirkan guru Bimbingan Konseling (BK) kelas VII, yaitu Winarsih, yang menyampaikan materi Parenting Pendampingan Remaja.



    Tujuan utama dari parenting (pola asuh) adalah membimbing anak tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat, mandiri, percaya diri, bertanggungjawab, dan bahagia. Proses ini membekali anak dengan ketrampilan sosial dan emosional yang kuat agar mampu beradaptasi serta berkontribusi positif di lingkungan masyarakat. Penerapan pengasuhan mencakup berbagai aspek penting, yaitu: membentuk kemandirian dan karakter, optimalisasi tumbuh kembang, dan pengembangan landasan emosional.

    Winarsih dalam paparannya yang dikemas apik dan menarik melalui PPT antara lain menyampaikan tentang: menjadi orang tua itu Istimewa, perkembangan psikis: emosional, remaja dan teknologi, memahami dunia remaja dan peran orang tua, peran pokok orang tua dalam setiap perkembangan, perkembangan religius remaja. POT yang hadir terdiri dari bapak dan ibu tampak antusias dan bersungguh-sungguh dalam menyimak materi, terlebih saat Winarsih menyajikan video perjalanan panjang dan menakjubkan yang telah dilalui seorang anak. Terjadi dialog interaktif.

    Bunda Hazim mengupas tentang tayangan video sambil mata berkaca-kaca. “Menjadi orang tua itu luar biasa dan Istimewa. Tidak terasa si mungil yang lahir dan kita rawat sepenuh hati dan kita perhatikan perkembangannya setiap menit, setiap jam, sebulan, setahun, dan tidak terasa sekarang sudah tumbuh menjadi remaja yang sholeh-sholihah”.



    Remaja sudah mengalami perubahan, baik fisik maupun psikis. Perubahan fisik merupakan tanda kebesaran Alloh yang menunjukkan anak sudah baligh, artinya hukum syariat sudah berlaku atas dirinya. Orang tua wajib paham hal ini karena berkewajiban mendampingi perkembangan spiritual/religius anak. Dalam perkembangan psikis: sosio emosional, orang tua harus membantu remaja mengelola emosi dan menanamkan nilai serta kecakapan sosial agar remaja tidak salah arah.

    Didasari pada pemahaman remaja pada perkembangan fisik, religious dan sosio emosional, maka orang tua harus mengajak komunikasi, menyampaikan dampaknya, mendiskusikan batasannya, melakukan literasi digital bersama.

    Tidak kalah penting adalah peran pokok orang tua dalam setiap perkembangan remaja sebagaimana dalam QS. Al Furqon ayat 74, yaitu: madrasah sepanjang hayat, terima remaja apa adanya, teladan utama, pendamping setia, motivator dan fasilitator, teman komunikasi/curhat. Di akhir paparan, Winarsih menyampaikan bahwa mendidik anak itu sabar, tanpa tepi dan Syukur tanpa tapi. “Mari terus belajar, karena kita bukan orang yang sempurna”, pungkasnya.(Lan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728