Siapkan Pendampingan Anak Menjelang ASAT, Pertemuan POT VII B Hadirkan Guru BK
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Paguyuban Orang Tua (POT) kelas VII B senantiasa mendukung putra-putrinya yang menempuh pendidikan di MTsN 7 Bantul. Terlebih sebentar lagi akan mengikuti Asesment Sumatif Akhir Tahun pada 3 Juni 2026 mendatang. Dukungan tersebut antara lain dengan menyelenggarakan pertemuan yang dilaksanakan pada hari Ahad (24/5) dengan mengambil tempat di ruang Laboratorium IPA. Pertemuan tersebut juga menghadirkan guru Bimbingan Konseling (BK) kelas VII, yaitu Winarsih, yang menyampaikan materi Parenting Pendampingan Remaja.
Tujuan utama dari parenting
(pola asuh) adalah membimbing anak tumbuh dan berkembang menjadi individu yang
sehat, mandiri, percaya diri, bertanggungjawab, dan bahagia. Proses ini
membekali anak dengan ketrampilan sosial dan emosional yang kuat agar mampu
beradaptasi serta berkontribusi positif di lingkungan masyarakat. Penerapan
pengasuhan mencakup berbagai aspek penting, yaitu: membentuk kemandirian dan
karakter, optimalisasi tumbuh kembang, dan pengembangan landasan emosional.
Winarsih dalam paparannya yang
dikemas apik dan menarik melalui PPT antara lain menyampaikan tentang: menjadi
orang tua itu Istimewa, perkembangan psikis: emosional, remaja dan teknologi,
memahami dunia remaja dan peran orang tua, peran pokok orang tua dalam setiap
perkembangan, perkembangan religius remaja. POT yang hadir terdiri dari bapak
dan ibu tampak antusias dan bersungguh-sungguh dalam menyimak materi, terlebih
saat Winarsih menyajikan video perjalanan panjang dan menakjubkan yang telah
dilalui seorang anak. Terjadi dialog interaktif.
Bunda Hazim mengupas tentang tayangan video sambil mata berkaca-kaca. “Menjadi orang tua itu luar biasa dan Istimewa. Tidak terasa si mungil yang lahir dan kita rawat sepenuh hati dan kita perhatikan perkembangannya setiap menit, setiap jam, sebulan, setahun, dan tidak terasa sekarang sudah tumbuh menjadi remaja yang sholeh-sholihah”.
Remaja sudah mengalami
perubahan, baik fisik maupun psikis. Perubahan fisik merupakan tanda kebesaran
Alloh yang menunjukkan anak sudah baligh, artinya hukum syariat sudah berlaku
atas dirinya. Orang tua wajib paham hal ini karena berkewajiban mendampingi
perkembangan spiritual/religius anak. Dalam perkembangan psikis: sosio
emosional, orang tua harus membantu remaja mengelola emosi dan menanamkan nilai
serta kecakapan sosial agar remaja tidak salah arah.
Didasari pada pemahaman remaja
pada perkembangan fisik, religious dan sosio emosional, maka orang tua harus
mengajak komunikasi, menyampaikan dampaknya, mendiskusikan batasannya,
melakukan literasi digital bersama.
Tidak kalah penting adalah peran pokok orang tua
dalam setiap perkembangan remaja sebagaimana dalam QS. Al Furqon ayat 74,
yaitu: madrasah sepanjang hayat, terima remaja apa adanya, teladan utama,
pendamping setia, motivator dan fasilitator, teman komunikasi/curhat. Di akhir
paparan, Winarsih menyampaikan bahwa mendidik anak itu sabar, tanpa tepi dan
Syukur tanpa tapi. “Mari terus belajar, karena kita bukan orang yang sempurna”,
pungkasnya.(Lan)




Tidak ada komentar
Posting Komentar