Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Dua Guru Bahasa Indonesia MTsN 7 Bantul Ikuti Pelatihan Digital Berbasis Deep Learning
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Upaya inovasi dalam dunia pendidikan terus dilakukan oleh para pendidik di lingkungan MTsN 7 Bantul. Pada hari ini, Selasa (19/5/2026), dua orang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Siti Nurul Khusna dan Siti Maryatun, berkesempatan mengikuti agenda "Pelatihan Pembelajaran Kreatif & Inovatif melalui Lesson Study dan Media Pembelajaran Digital berbasis Deep Learning".
Kegiatan
yang diselenggarakan di MTs Negeri 4 Bantul ini merupakan hasil kerja sama
strategis antara Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) PBSI FBSB
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP) Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Bantul.
Pelatihan
yang dimulai pukul 07.30 WIB ini menghadirkan jajaran pakar pendidikan dari UNY
sebagai narasumber, di antaranya Dr. Setyawan Pujiono, M.Pd. dan Prof. Dr.
Teguh Setiawan, M.Hum. Materi difokuskan pada pemanfaatan media digital
berbasis deep learning, sebuah pendekatan mutakhir untuk menciptakan interaksi
belajar yang lebih mendalam dan bermakna bagi siswa.
Keikutsertaan
Siti Nurul Khusna dan Siti Maryatun menjadi bukti nyata komitmen MTsN 7 Bantul
dalam meningkatkan kualitas pedagogik, khususnya dalam penguasaan teknologi
pembelajaran digital yang inovatif.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat, memberikan dukungan penuh dan apresiasi atas semangat
belajar yang ditunjukkan oleh kedua gurunya.
"Kami
selalu mendorong guru-guru untuk menyerap perkembangan teknologi terbaru dalam
dunia pendidikan. Pelatihan deep learning ini sangat relevan untuk
diaplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia agar siswa semakin antusias
dan kreatif. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menjadikan
Ma7uba madrasah yang nyata berprestasi," ujar Hidayat.
Selain paparan materi, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi antar-guru se-Kabupaten Bantul untuk saling berbagi praktik baik melalui metode Lesson Study. Dengan bekal ilmu baru dari para akademisi UNY, diharapkan Siti Nurul Khusna dan Siti Maryatun dapat segera mengimplementasikan media pembelajaran digital tersebut di kelas, guna mencetak generasi yang lebih kompeten dalam literasi digital.(nrl)



Tidak ada komentar
Posting Komentar