Asah Kreativitas Sastra, Guru MTsN 7 Bantul Gali Ilmu Geguritan Bersama Sastrawan Yogyakarta
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sastra daerah, guru Bahasa Jawa MTsN 7 Bantul, Yaniasti Putri Prabandari, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Wursita Basa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Yogyakarta pada Selasa (9/6/2026). Acara yang berlangsung di SMP N 1 Jetis ini menghadirkan sastrawan kondang sekaligus praktisi seni Javanologi, R. Bambang Nursinggih, sebagai narsumber utama. Kehadiran para pendidik dalam forum ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman estetika dan teknik pengajaran sastra Jawa di lingkungan madrasah dan sekolah menengah.
Pada
sesi materi, R. Bambang Nursinggih membedah secara mendalam seni menulis dan
membaca geguritan (puisi Jawa Modern). Beliau menekankan bahwa memproduksi
sebuah geguritan tidak sekadar merangkai kata, melainkan harus melibatkan rasa
(roso) serta pemilihan diksi (lelewaning basa) yang kuat agar mampu menyentuh
hati pendengar. Tidak hanya teori, para peserta juga diajak langsung
mempraktikkan teknik deklamasi dengan memperhatikan olah vokal, wirama, wirasa,
dan wiraga yang tepat agar penjiwaan karya seni tradisional ini tampil lebih
hidup dan menarik bagi generasi muda.
Di
sela-sela kegiatan, Yaniasti Putri Prabandari mengungkapkan rasa antusiasnya
atas materi yang didapatkan. Menurutnya, pelatihan langsung dari maestro sastra
memberikan perspektif baru yang sangat segar untuk diterapkan di dalam kelas.
"Melalui bimtek ini, kami dibimbing langsung oleh Bapak Bambang Nursinggih untuk memahami bagaimana memantik kreativitas siswa dalam menulis geguritan dengan bahasa yang indah namun tetap kontekstual. Ilmu dideklamasi yang beliau bagikan sangat berharga untuk nantinya saya transformasikan kepada para siswa di madrasah, agar mereka tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga mampu mencintai ruh dari sastra Jawa itu sendiri," ujar Yaniasti.(putri)



Tidak ada komentar
Posting Komentar