Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Optimalkan Peran Pendidik, Guru MTsN 7 Bantul Merangkap Tugas Jadi Pengawas Sekaligus Proktor dalam ASAT Berbasis JMD

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Jajaran civitas akademika MTsN 7 Bantul (Ma7uba) resmi memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) untuk tahun ajaran 2025/2026. Berbeda dengan ujian konvensional, ada pemandangan menarik sekaligus progresif di dalam ruang-ruang kelas madrasah selama asesmen ini berlangsung.



    Seluruh bapak dan ibu guru yang bertugas mengawas tidak hanya mengawal ketertiban ruang, melainkan juga memegang tanggung jawab ganda secara simultan sebagai proktor utama di masing-masing ruang ujian. Langkah taktis ini diambil guna memastikan efisiensi dan respons cepat terhadap jalannya sistem ujian digital.

    Pelaksanaan ASAT tahun ini sepenuhnya memanfaatkan platform Jogja Madrasah Digital (JMD). Dengan sistem berbasis digital ini, para siswa dapat mengerjakan instrumen asesmen menggunakan perangkat gawai atau laptop secara semi-daring, yang dinilai jauh lebih praktis, ramah lingkungan, dan transparan.

    Peran ganda guru sebagai pengawas sekaligus proktor di dalam ruangan menjadi sangat krusial. Guru bertugas membuka token ujian, memantau status pengerjaan siswa di dashboard JMD, hingga mengatasi kendala teknis jaringan atau perangkat siswa secara langsung tanpa harus menunggu penanganan terpusat.

    Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kesiapan serta profesionalisme berlapis yang ditunjukkan oleh para guru.

    "Penerapan sistem satu guru sebagai pengawas sekaligus proktor ruang ini adalah wujud nyata dari adaptasi teknologi di Ma7uba. Kami ingin memastikan bahwa kendala teknis siswa saat mengakses JMD bisa diselesaikan seketika di dalam kelas. Terima kasih kepada seluruh guru yang telah bekerja ekstra demi menjaga integritas dan kelancaran ujian ini," ungkap Hidayat.

    Berkat koordinasi matang yang telah disusun oleh kepanitiaan sebelumnya, integrasi peran pengawas-proktor ini terbukti membuat dinamika ujian menjadi jauh lebih kondusif. Para siswa dapat fokus menuntaskan soal-soal ASAT mereka dengan tenang, jujur, dan mandiri.

    Melalui keberhasilan implementasi teknologi JMD dan optimalisasi peran tenaga pendidik ini, MTsN 7 Bantul semakin mengukuhkan posisinya sebagai madrasah digital yang siap melahirkan generasi unggul yang "Nyata Berprestasi".(nrl)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728