Optimalkan Peran Pendidik, Guru MTsN 7 Bantul Merangkap Tugas Jadi Pengawas Sekaligus Proktor dalam ASAT Berbasis JMD
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Jajaran civitas akademika MTsN 7 Bantul (Ma7uba) resmi memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) untuk tahun ajaran 2025/2026. Berbeda dengan ujian konvensional, ada pemandangan menarik sekaligus progresif di dalam ruang-ruang kelas madrasah selama asesmen ini berlangsung.
Seluruh
bapak dan ibu guru yang bertugas mengawas tidak hanya mengawal ketertiban
ruang, melainkan juga memegang tanggung jawab ganda secara simultan sebagai
proktor utama di masing-masing ruang ujian. Langkah taktis ini diambil guna
memastikan efisiensi dan respons cepat terhadap jalannya sistem ujian digital.
Pelaksanaan
ASAT tahun ini sepenuhnya memanfaatkan platform Jogja Madrasah Digital
(JMD). Dengan sistem berbasis digital ini, para siswa dapat mengerjakan
instrumen asesmen menggunakan perangkat gawai atau laptop secara semi-daring,
yang dinilai jauh lebih praktis, ramah lingkungan, dan transparan.
Peran
ganda guru sebagai pengawas sekaligus proktor di dalam ruangan menjadi sangat
krusial. Guru bertugas membuka token ujian, memantau status pengerjaan siswa di
dashboard JMD, hingga mengatasi kendala teknis jaringan atau perangkat siswa
secara langsung tanpa harus menunggu penanganan terpusat.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kesiapan
serta profesionalisme berlapis yang ditunjukkan oleh para guru.
"Penerapan
sistem satu guru sebagai pengawas sekaligus proktor ruang ini adalah wujud
nyata dari adaptasi teknologi di Ma7uba. Kami ingin memastikan bahwa kendala
teknis siswa saat mengakses JMD bisa diselesaikan seketika di dalam kelas.
Terima kasih kepada seluruh guru yang telah bekerja ekstra demi menjaga
integritas dan kelancaran ujian ini," ungkap Hidayat.
Berkat
koordinasi matang yang telah disusun oleh kepanitiaan sebelumnya, integrasi
peran pengawas-proktor ini terbukti membuat dinamika ujian menjadi jauh lebih
kondusif. Para siswa dapat fokus menuntaskan soal-soal ASAT mereka dengan
tenang, jujur, dan mandiri.
Melalui keberhasilan implementasi teknologi JMD dan optimalisasi peran tenaga pendidik ini, MTsN 7 Bantul semakin mengukuhkan posisinya sebagai madrasah digital yang siap melahirkan generasi unggul yang "Nyata Berprestasi".(nrl)



Tidak ada komentar
Posting Komentar