Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Hari Ketiga Bimtek Wursita Basa Jawa: Guru Bahasa Jawa Serap Ilmu dari Para Maestro dan Praktisi Ahli

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Hari ini Rabu (10/06), memasuki hari ketiga Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Pelindung Bahasa Daerah (Wursita Basa Jawa) untuk guru SD dan SMP sederajat, atmosfer semangat kepedulian terhadap kelestarian budaya kian terasa kental. Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta, salah satunya Yaniasti Putri Prabandari, guru bahasa Jawa MTsN 7 Bantul. Pelatihan intensif ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi kreatif agar pembelajaran bahasa Jawa di sekolah menjadi lebih hidup, menarik, dan relevan bagi generasi muda.



    Hari ketiga ini menghadirkan jajaran narasumber dan praktisi ahli yang mengupas tuntas kekayaan tradisi lisan dan tulisan Jawa. Bapak Setyo Amrih Prasodjo, seorang praktisi ahli aksara Jawa, membuka sesi dengan bedah mendalam mengenai digitalisasi dan penerapan aksara Jawa. Suasana kelas semakin syahdu saat Ibu Entin Solichah, S.Sn., seniman karawitan dari Keraton Pakualaman, menuntun para guru melantunkan tembang macapat dengan teknik olah rasa yang tepat. Tak kalah memikat, sastrawan sekaligus penulis produktif asal Yogyakarta, Ibu Margareth Widhy Pratiwi, turut membagikan kunci sukses dan estetika dalam membaca serta menulis cerita pendek (maca crita cekak) agar mampu menyentuh hati para siswa.



    Di sela-sela kegiatan, Yaniasti Putri Prabandari mengungkapkan rasa syukur dan motivasinya yang berlipat ganda setelah menyerap materi dari para pakar. Menurutnya, bimtek ini memberikan perspektif baru yang sangat segar untuk dibawa ke dalam ruang kelas.

    ​"Materi hari ini luar biasa padat dan mencerahkan. Mulai dari pembaruan cara mengajarkan aksara Jawa, seni menembangkan macapat yang aduhai, sampai teknik menghidupkan cerita pendek dari Ibu Margareth. Ini menjadi modal berharga bagi kami para guru untuk terus berinovasi, agar anak-anak tidak hanya sekadar tahu, tapi juga mencintai dan bangga menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian mereka," ujar Yaniasti dengan penuh semangat.(putri)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728