MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul Kunjungi Lawang Sewu, Kota Lama, dan Masjid Agung Semarang
Semarang (MTsN 7 Bantul) – Dalam rangkaian kegiatan kuliah Kerja Lapangan (KKL), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS MTs Kabupaten Bantul selain melaksanakan kunjungan ke Prodi Geografi UNNES juga melaksanakan kunjungan ke sejumlah destinasi bersejarah di Kota Semarang pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkaya wawasan sejarah, budaya, dan keagamaan para guru IPS sebagai bekal dalam mendukung pembelajaran di madrasah.
Kegiatan
kunjungan sejarah yang pertama adalah Lawang Sewu, salah satu bangunan
bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang. Bangunan peninggalan masa kolonial
Belanda tersebut memberikan banyak informasi mengenai sejarah perkembangan
transportasi kereta api di Indonesia serta berbagai peristiwa penting yang
terjadi pada masa perjuangan bangsa.
Selama
berada di Lawang Sewu, dengan dipandu petugas, para peserta mendapatkan
informasi tentang sejarah Lawang Sewu dan mengamati secara langsung arsitektur
bangunan yang khas, mempelajari fungsi gedung pada masa lampau, serta memahami
nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Kunjungan ini memberikan
pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual bagi para guru sehingga dapat
menjadi referensi dalam menyampaikan materi sejarah kepada peserta didik.
Kegiatan
kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi kawasan Kota Lama Semarang yang dikenal
sebagai "Little Netherlands". Kawasan ini menyimpan berbagai
bangunan berarsitektur Eropa yang masih terawat dengan baik dan menjadi saksi
perkembangan Kota Semarang sejak masa kolonial. Di lokasi tersebut, para guru
melakukan observasi lingkungan sekaligus mendokumentasikan berbagai objek
bersejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS.
Selain
sebagai sarana edukasi, kunjungan ke Kota Lama juga menjadi ajang rekreasi dan
mempererat kebersamaan antaranggota MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul. Suasana yang
penuh keakraban terlihat ketika para peserta berkeliling menikmati keindahan
kawasan bersejarah tersebut sambil berdiskusi mengenai potensi pemanfaatannya
sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa.
Sumarno sebagai ketua MGMP IPS menyampaikan bahwa kegiatan KKL tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru, tetapi juga memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan. Dengan melihat dan mengamati objek sejarah secara nyata, pemahaman terhadap materi IPS menjadi lebih mendalam dan mudah diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.
Rangkaian
kegiatan KKL ditutup dengan kunjungan ke Masjid Agung Jawa Tengah. Selain
menikmati kemegahan salah satu masjid terbesar di Indonesia tersebut, para
peserta juga melaksanakan ibadah dan berdoa bersama. Kegiatan ini menjadi momen
refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian KKL
yang telah dilaksanakan.
Melalui kegiatan ini, para guru IPS MTs Kabupaten Bantul memperoleh pengalaman berharga yang memadukan aspek akademik, historis, budaya, dan spiritual. Diharapkan wawasan serta pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan pembelajaran IPS yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi peserta didik di madrasah masing-masing.(sri_hid)




Tidak ada komentar
Posting Komentar