MTs Negeri 7 Bantul Gelar Uji Publik Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027, Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Bantul (MTsN 7 Bantul) – MTs Negeri 7 Bantul menggelar Uji Publik Kurikulum Madrasah Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Rabu (08/07). Kegiatan yang berlangsung di Hall MTs Negeri 7 Bantul tersebut dimulai pukul 07.30 WIB dan dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan sebagai bentuk keterbukaan madrasah dalam menyusun kurikulum yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah
Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Sidik Pramono, Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Muntolib, Pengawas Madrasah, Kepala MTs
Negeri 7 Bantul, Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, jajaran Wakil Kepala
Madrasah, Komite MTs Negeri 7 Bantul, perwakilan Paguyuban Orang Tua (POT),
guru, pegawai, serta perwakilan siswa MTs Negeri 7 Bantul.
Dalam
sambutannya, Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat, menyampaikan bahwa uji publik
merupakan tahapan penting untuk memperoleh berbagai masukan demi penyempurnaan
dokumen kurikulum yang akan digunakan pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
"Kami
berharap melalui uji publik ini kurikulum MTs Negeri 7 Bantul semakin baik dan
mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Untuk itu kami memohon kepada Bapak
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dan Bapak Kepala Bidang
Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY berkenan memberikan masukan
serta saran demi penyempurnaan kurikulum yang akan menjadi pedoman
penyelenggaraan pendidikan di MTs Negeri 7 Bantul,"
ungkap Hidayat.
Sementara
itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Muntolib, dalam
sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi menekankan pentingnya
implementasi kurikulum yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama serta
mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.
"Dalam
melaksanakan kurikulum, saya berharap MTs Negeri 7 Bantul dapat
mengimplementasikan berbagai kebijakan pembelajaran yang telah ditetapkan mulai
dari tingkat pusat hingga Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Kurikulum tidak
hanya berbicara mengenai proses maupun hasil belajar, tetapi juga bagaimana
menghasilkan lulusan yang memberikan dampak nyata (outcome). Untuk menghadapi
era global, kita tidak bisa berpikir secara statis. Karena itu, manfaatkan
forum uji publik ini untuk berdiskusi secara terbuka sehingga menghasilkan
kurikulum yang semakin berkualitas," pesan Muntolib.
Pada
kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah
Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Sidik Pramono, memberikan
apresiasi kepada MTs Negeri 7 Bantul yang telah melaksanakan uji publik sebelum
dimulainya Tahun Pelajaran 2026/2027.
"Kami
memberikan apresiasi kepada MTs Negeri 7 Bantul yang telah melaksanakan uji
publik kurikulum sebelum tahun pelajaran dimulai. Hal ini menunjukkan adanya
kesiapan dalam menyelenggarakan pembelajaran. Kami juga berharap setiap
madrasah memiliki keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, Kanwil Kementerian
Agama DIY terus melakukan pendampingan kepada madrasah agar mampu mengembangkan
potensi unggulnya. Semoga uji publik hari ini menghasilkan kurikulum yang
semakin baik dan bermanfaat bagi peserta didik," ujar
Sidik Pramono.
Selanjutnya,
Siti Nurul Khusna selaku Staf Wakil Kepala Bidang Kurikulum memaparkan secara
komprehensif dokumen Uji Publik Kurikulum MTs Negeri 7 Bantul Tahun Pelajaran
2026/2027. Paparan tersebut meliputi arah kebijakan kurikulum, program unggulan
madrasah, penguatan karakter, pembelajaran kokurikuler, serta berbagai program
pengembangan peserta didik yang akan menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran
pada tahun pelajaran mendatang.
Melalui
forum uji publik tersebut, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk
menyampaikan saran, masukan, serta tanggapan terhadap dokumen kurikulum.
Berbagai masukan dari unsur Kementerian Agama, pengawas madrasah, komite,
paguyuban orang tua, guru, pegawai, hingga perwakilan siswa diharapkan mampu
menyempurnakan kurikulum sehingga semakin relevan dengan kebutuhan peserta
didik dan perkembangan pendidikan.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen MTs Negeri 7 Bantul dalam menyelenggarakan pendidikan yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Dengan melibatkan berbagai unsur dalam penyusunan kurikulum, madrasah berharap dokumen yang dihasilkan benar-benar menjadi pedoman yang mampu mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang unggul, berkarakter, religius, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(riza)




Tidak ada komentar
Posting Komentar