Perkuat Budaya Kerja, MTs Negeri 7 Bantul Gelar Workshop Moderasi Beragama
Malang (MTsN 7 Bantul) – Dalam rangka memperkuat budaya kerja yang harmonis dan berintegritas, MTs Negeri 7 Bantul menggelar Workshop Moderasi Beragama pada Kamis (09/07) malam. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB di Aula Omah Joglo Bugis (OJB), Malang, Jawa Timur, tersebut mengangkat tema "Madrasah Damai dan Berintegritas Melalui Moderasi Beragama."
Workshop
diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah
Istimewa Yogyakarta, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Bantul, Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul,
Ketua Komite MTs Negeri 7 Bantul, jajaran Wakil Kepala Madrasah, guru, serta
pegawai MTs Negeri 7 Bantul.
Menghadirkan
Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa
Yogyakarta, Abd. Su'ud, sebagai narasumber, kegiatan ini menjadi bagian dari
upaya memperkuat pemahaman seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mengenai
pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat maupun di lingkungan
madrasah.
Dalam
paparannya, Abd. Su'ud menjelaskan bahwa moderasi beragama memiliki empat pilar
utama yang harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh insan madrasah.
"Esensi
moderasi beragama memiliki empat indikator utama, yaitu komitmen kebangsaan,
toleransi, anti kekerasan, serta akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Empat
nilai inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,
termasuk di lingkungan madrasah," jelasnya.
Ia
juga mengajak seluruh guru dan pegawai MTs Negeri 7 Bantul untuk menjadi
teladan dalam menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta
didik.
"Saya berharap Bapak dan Ibu senantiasa menjaga semangat Islam yang rahmatan lil 'alamin. Sebagai pendidik, Bapak dan Ibu merupakan katup yang akan menularkan virus moderasi beragama kepada peserta didik. Apa yang kita lakukan hari ini akan membentuk karakter anak-anak kita di masa depan," pesannya.
Sementara
itu, Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat, menyampaikan bahwa penguatan moderasi
beragama merupakan salah satu bagian penting dalam membangun karakter warga
madrasah.
"Moderasi
beragama bukan hanya menjadi sebuah konsep, tetapi harus diwujudkan dalam sikap
dan perilaku sehari-hari. Kami berharap melalui workshop ini seluruh guru dan
pegawai semakin memahami pentingnya membangun lingkungan madrasah yang damai,
menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, serta mampu menjadi
teladan bagi peserta didik," ungkap Hidayat.
Senada
dengan itu, Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Merry Kristiana Dessi,
mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai memberikan bekal penting bagi
seluruh civitas madrasah.
"Workshop
ini memberikan penguatan yang sangat bermanfaat bagi kami. Nilai-nilai moderasi
beragama tidak hanya penting dipahami, tetapi juga harus menjadi budaya kerja
di lingkungan madrasah sehingga tercipta suasana yang harmonis, profesional,
dan saling menghargai," tutur Merry.
Usai
penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok. Dalam
sesi tersebut peserta mendiskusikan tema "Mengenali dan Mengidentifikasi
Praktik Intoleransi di Lingkungan Kementerian Agama, Khususnya di
Madrasah." Setiap kelompok berdiskusi, bertukar gagasan, serta
menyampaikan berbagai solusi untuk memperkuat implementasi moderasi beragama
dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Melalui workshop ini, MTs Negeri 7 Bantul berharap seluruh guru dan pegawai semakin memahami pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi dalam membangun madrasah yang damai, berintegritas, serta mampu mencetak generasi yang religius, toleran, dan berwawasan kebangsaan.(riza)




Tidak ada komentar
Posting Komentar