Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Perkuat Budaya Kerja, MTs Negeri 7 Bantul Gelar Workshop Moderasi Beragama

    Malang (MTsN 7 Bantul) – Dalam rangka memperkuat budaya kerja yang harmonis dan berintegritas, MTs Negeri 7 Bantul menggelar Workshop Moderasi Beragama pada Kamis (09/07) malam. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB di Aula Omah Joglo Bugis (OJB), Malang, Jawa Timur, tersebut mengangkat tema "Madrasah Damai dan Berintegritas Melalui Moderasi Beragama."



    Workshop diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Ketua Komite MTs Negeri 7 Bantul, jajaran Wakil Kepala Madrasah, guru, serta pegawai MTs Negeri 7 Bantul.

    Menghadirkan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Abd. Su'ud, sebagai narasumber, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat maupun di lingkungan madrasah.

    Dalam paparannya, Abd. Su'ud menjelaskan bahwa moderasi beragama memiliki empat pilar utama yang harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh insan madrasah.

    "Esensi moderasi beragama memiliki empat indikator utama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Empat nilai inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan madrasah," jelasnya.

    Ia juga mengajak seluruh guru dan pegawai MTs Negeri 7 Bantul untuk menjadi teladan dalam menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik.

    "Saya berharap Bapak dan Ibu senantiasa menjaga semangat Islam yang rahmatan lil 'alamin. Sebagai pendidik, Bapak dan Ibu merupakan katup yang akan menularkan virus moderasi beragama kepada peserta didik. Apa yang kita lakukan hari ini akan membentuk karakter anak-anak kita di masa depan," pesannya.



    Sementara itu, Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat, menyampaikan bahwa penguatan moderasi beragama merupakan salah satu bagian penting dalam membangun karakter warga madrasah.

    "Moderasi beragama bukan hanya menjadi sebuah konsep, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Kami berharap melalui workshop ini seluruh guru dan pegawai semakin memahami pentingnya membangun lingkungan madrasah yang damai, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik," ungkap Hidayat.

    Senada dengan itu, Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Merry Kristiana Dessi, mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai memberikan bekal penting bagi seluruh civitas madrasah.

    "Workshop ini memberikan penguatan yang sangat bermanfaat bagi kami. Nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya penting dipahami, tetapi juga harus menjadi budaya kerja di lingkungan madrasah sehingga tercipta suasana yang harmonis, profesional, dan saling menghargai," tutur Merry.

    Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok. Dalam sesi tersebut peserta mendiskusikan tema "Mengenali dan Mengidentifikasi Praktik Intoleransi di Lingkungan Kementerian Agama, Khususnya di Madrasah." Setiap kelompok berdiskusi, bertukar gagasan, serta menyampaikan berbagai solusi untuk memperkuat implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

    Melalui workshop ini, MTs Negeri 7 Bantul berharap seluruh guru dan pegawai semakin memahami pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi dalam membangun madrasah yang damai, berintegritas, serta mampu mencetak generasi yang religius, toleran, dan berwawasan kebangsaan.(riza)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728