Tim Adiwiyata Merawat Tanaman Secara Rutin
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Tim Adiwiyata MTsN 7 Bantul terus berkomitmen menjaga keberlanjutan program madrasah berwawasan lingkungan melalui kegiatan pemeliharaan rutin tanaman di lahan pertanian milik madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Adiwiyata sekaligus media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. Program Adiwiyata merupakan salah satu wujud nyata visi MTsN 7 Bantul sebagai madrasah yang berwawasan lingkungan.
Lahan
pertanian seluas 600 meter persegi yang dimiliki MTsN 7 Bantul dimanfaatkan
secara optimal untuk membudidayakan berbagai tanaman produktif. Di antaranya cabai
(lombok), jagung, tomat, pepaya (kates), terong, dan ketela. Tanaman-tanaman
tersebut dirawat secara berkala melalui penyiraman, penyiangan gulma,
pemupukan, serta pengendalian hama agar dapat tumbuh dengan baik dan
menghasilkan panen yang optimal.
Koordinator
Tim Adiwiyata,Isnan Rosyid, menyampaikan bahwa pemeliharaan rutin merupakan
kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman. Selain menjaga kesuburan lahan,
kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa agar memahami
pentingnya kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kelestarian
lingkungan.
"Kami
berharap lahan pertanian ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi
juga menjadi laboratorium alam yang memberikan pengalaman belajar secara
langsung kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan dan
memanfaatkan lahan secara produktif," ujar Isnan Rosyid.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat, memberikan apresiasi kepada Tim Adiwiyata yang secara
konsisten merawat lahan pertanian madrasah. Menurutnya, keberadaan lahan
produktif tersebut menjadi salah satu keunggulan MTsN 7 Bantul dalam mendukung
pendidikan karakter, pembelajaran berbasis praktik, serta penguatan budaya
cinta lingkungan.
"Melalui
kegiatan ini kami ingin menanamkan kepada seluruh warga madrasah bahwa menjaga
lingkungan bukan sekadar program, tetapi menjadi budaya yang dilakukan secara
berkelanjutan. Semoga lahan pertanian ini semakin berkembang dan memberikan
manfaat bagi proses pembelajaran maupun masyarakat sekitar," ungkap
Hidayat.
Dengan pemeliharaan rutin yang dilakukan secara berkesinambungan, MTsN 7 Bantul optimis lahan pertanian seluas 600 meter persegi tersebut akan menjadi salah satu pusat pembelajaran lingkungan hidup yang produktif, sekaligus mendukung terwujudnya madrasah yang hijau, sehat, mandiri, dan berprestasi.(isnan)



Tidak ada komentar
Posting Komentar