Uji Publik Kurikulum MTsN 7 Bantul, Kabid Dikmad Kanwil Kemenag DIY Berikan Tanggapan dan Apresiasi
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Hall MTsN 7 Bantul hari ini, Rabu (08/07) penuh sesak dengan guru pegawai, pengurus Komite, POT dan perwakilan siswa untuk mengikuti Uji Publik Kurikulum madrasah tahun ajaran 2026/2027. Hadir pejabat dari Kanwil Kemenag DIY Kabid Penmad yang dulu Dikmad, Sidik Pramono, hadir juga Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul H. Muntolib. Acara di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan pengucapan 5 budaya kerja Kementerian Agama Republik Indonesia. Kepala MTsN 7 Bantul Hidayat, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta uji publik. “Kami ucapkan ahlan wa sahlan kepada seluruh peserta uji publik madrasah, panitia dan tamu undangan, khususnya ucapan terima kasih kepada bapak Sidik Pramono Kabid Penmad Kanwil Kemenag DIY dan Bapak H. Muntolib Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul yang telah berkenan rawuh yang nanti di mohon menyampaikan arahan dan pembinaan kepada kami semua”, kata Hidayat.
Kabid Penmad Kanwil Kemenag
DIY, Sidik Pramono dalam arahannya menekankan tentang pentingnya penguatan Kurikulum
Berbasis Cinta (KBC) yang harus terus digaungkan di lingkungan madrasah agar
tercipta suasana nyaman dalam proses pembelajaran. Delapan program Menteri
Agama RI juga di singgung oleh Sidik Pramono terutama empat hal yang terkait
dengan madrasah. Empat program yang terkait dengan madrasah tersebut yang
pertama adalah kerukunan cinta antar manusia, kedua pendidikan unggul ramah dan
berprestasi yang menekankan pendampingan madrasah unggul agar di transformasikan
ke madrasah yang lain. Untuk yang ketiga adalah program ekoteologi dan yang
keempat adalah digitalisasi tata kelola.
Dalam kesempatan yang lain, Sidik Pramono mengadakan dialog singkat dengan peserta terutama perwakilan dari siswa. Ada beberapa usulan dari siswa di antaranya adalah kegiatan ekstra Pramuka, bola voli dan pengucapan visi madrasah pada saat pelaksanaan upacara bendera. Ditanyakan pula oleh Shidiq Pramono kepada siswa. ”Adakah jam kosong pada saat proses pembelajaran?”, dengan polos di jawab, ada, oleh siswa. Membuat para peserta tersenyum. Selanjutnya uji publik madrasah dilanjutkan pemaparan program kerja oleh panitia yang di sampaikan Siti Nurul Khusna guru Bahasa Indonesia dan diteruskan dengan dialog sampai dengan acara selesai.(khan)
.jpeg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar