Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Adiwiyata Tumbuh Melalui Riset: Tim Riset MTsN 7 Bantul Telusuri Potensi Keanekaragaman Hayati Daun Kepel dan Biji Mimba Untuk Bioinsektisida

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Semangat menjaga lingkungan melalui sains terus digaungkan MTsN 7 Bantul. Tidak hanya belajar tentang keanekaragaman hayati melalui teori, Tim Riset MTsN 7 Bantul yang terdiri dari Zaskia Nathania Thalita Rachman dan Zulfanida Tri Nur Agustin menghadirkan pengalaman nyata melalui penelitian di Laboratorium IPA dengan mengamati perkembangan Aedes aegypti sekaligus menguji potensi bahan alam sebagai bioinsektisida.



    Rangkaian penelitian dimulai pada Kamis-Jumat, 13-21 Agustus 2026, di Laboratorium IPA MTsN 7 Bantul. Kegiatan diawali dengan pengamatan terhadap telur Aedes aegypti hingga perkembangan hingga mencapai instar III. Tim riset memastikan setiap tahapan berlangsung dengan baik dan data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Setiap perkembangan dipantau secara berkala. Setiap perubahan fisik dilakukan pengamatan dan pencatatan secara teliti. Larva Aedes aegypti yang telah mencapai fase sesuai kebutuhan penelitian diberikan perlakuan menggunakan bioinsektisida berbahan ekstrak daun kepel (Stelechocarpus burahol) dan biji mimba (Azadirachta indica A. Juss.).

    Pemanfaatan dua bahan alam tersebut menjadi salah satu bentuk upaya menghadirkan alternatif pengendalian organisme pengganggu yang berbasis sumber daya hayati. Penelitian ini sekaligus mengajak murid untuk melihat bahwa keanekaragaman hayati di sekitar dapat menjadi sumber pengetahuan dan inovasi apabila dikaji secara ilmiah dan bertanggung jawab.

    Seluruh proses penelitian mendapatkan bimbingan dan arahan dari Irkhas Aliyah dan Winarsih sebagai guru pendamping riset. Irkhas menyatakan bahwa data yang diperoleh dari rangkaian pengamatan tersebut selanjutnya menjadi bahan penting untuk menganalisis perkembangan larva dan respons terhadap perlakuan bioinsektisida ekstrak daun kepel dan biji mimba.

    Menurut Winarsih selaku guru pendamping riset, penelitian ini memiliki keterkaitan erat dengan semangat Adiwiyata, khususnya dalam aspek keanekaragaman hayati. “Murid diajak mengenali, mengamati, dan memanfaatkan potensi biodiversitas secara bijak melalui pendekatan ilmiah. Daun kepel dan biji mimba yang digunakan dalam penelitian menjadi contoh bagaimana kekayaan hayati dapat dipelajari untuk menghasilkan inovasi yang memiliki nilai edukatif dan ekologis. Sementara itu, kegiatan pengamatan Aedes aegypti memberikan pengalaman kepada murid untuk memahami salah satu organisme yang memiliki hubungan dengan lingkungan dan kesehatan Masyarakat,” jelasnya.

    Lebih dari sekadar menghasilkan data, penelitian ini menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan, berpikir kritis, teliti, bertanggung jawab, dan mencintai keanekaragaman hayati. Tim Riset MTsN 7 Bantul membuktikan bahwa gerakan Adiwiyata tidak berhenti pada penghijauan dan kebersihan lingkungan. Adiwiyata juga dapat tumbuh melalui riset, inovasi, dan keberanian generasi muda untuk mengungkap potensi alam secara ilmiah.(Wien)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728