Satukan Langkah, POT Kelas IX A MTsN 7 Bantul Kawal Perjuangan Murid Raih Prestasi
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Paguyuban Orang Tua (POT) kelas IX A MTsN 7 Bantul menggelar pertemuan bertajuk “Satukan Langkah, Kawal Perjuangan Murid Meraih Kesuksesan Prestasi” di Laboratorium IPA MTsN 7 Bantul, Rabu (26/8/2026) mulai pukul 15.30 WIB. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman antara madrasah dan orang tua dalam membimbing serta mendampingi murid kelas IX A menghadapi berbagai tahapan penting menuju keberhasilan akademik maupun prestasi.
Pertemuan dihadiri wali kelas IX A, Yaniasti Prabandari Putri, serta Waka Urusan Kurikulum MTsN 7 Bantul, Reni Astuti. Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dengan menempatkan keberhasilan murid sebagai tanggung jawab bersama antara madrasah dan keluarga.
Reni
Astuti menegaskan bahwa pendampingan murid kelas IX membutuhkan sinergi yang
kuat dan komunikasi yang berkesinambungan antara pihak madrasah dengan orang
tua.
“Kita
perlu menyatukan langkah dan pemahaman agar pendampingan kepada anak-anak kelas
IX dapat berjalan searah. Madrasah berupaya memberikan layanan terbaik,
sementara dukungan dan pendampingan orang tua di rumah menjadi bagian penting
dalam perjuangan mereka meraih kesuksesan,” ujar Reni.
Menurutnya, kelas IX merupakan fase yang membutuhkan perhatian lebih karena murid harus lebih serius menghadapi target prestasi serta mempersiapkan berbagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Karena itu, komunikasi antara wali kelas, madrasah, dan orang tua perlu terus diperkuat agar setiap perkembangan murid dapat dipantau dan ditindaklanjuti secara tepat.
Sementara
itu, wali kelas IX A Yaniasti Prabandari Putri menyampaikan pentingnya
keterlibatan orang tua dalam memberikan motivasi dan pendampingan kepada anak.
Menurutnya, dukungan keluarga dapat menjadi penguat bagi murid untuk tetap
bersemangat menjalani proses belajar dan mengejar prestasi.
“Kami
berharap orang tua dapat terus membersamai anak-anak, memberikan motivasi, sekaligus
mengawal proses mereka. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda, sehingga
diperlukan kerja sama agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal,”
ungkap Yaniasti.
Pertemuan
POT kelas IX A juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan persepsi mengenai
pola pendampingan murid. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya
berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan
sikap, kemandirian, kedisiplinan, dan kesiapan murid menghadapi jenjang
pendidikan berikutnya.
Melalui semangat
“Satukan Langkah”, madrasah dan orang tua berkomitmen untuk berjalan bersama
mengawal perjuangan murid kelas IX A. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu
menciptakan lingkungan pendampingan yang positif sehingga setiap murid dapat
berkembang sesuai potensinya dan meraih kesuksesan prestasi dengan penuh
percaya diri.(RA)




Tidak ada komentar
Posting Komentar