6 Guru Keagamaan MTsN 7 Bantul Dampingi 7 Mahasiswa PLP STIT Madani Yogyakarta
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Sebanyak enam guru keagamaan MTs Negeri 7 Bantul ditunjuk sebagai guru pembimbing bagi tujuh mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Tarbiyah STIT Madani Yogyakarta, Rabu (02/09) pagi. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan PLP mahasiswa STIT Madani Yogyakarta di MTs Negeri 7 Bantul.
Kegiatan
serah terima dan koordinasi awal mahasiswa PLP berlangsung di Ruang
Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul mulai pukul 10.00 WIB. Tujuh mahasiswa yang
melaksanakan PLP terdiri atas empat mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab dan tiga
mahasiswa Pendidikan Agama Islam.
Enam
guru keagamaan MTs Negeri 7 Bantul selanjutnya mendapatkan tugas untuk
mendampingi mahasiswa selama menjalankan kegiatan PLP. Dalam pembagian tugas
tersebut, terdapat satu guru yang membimbing dua mahasiswa, sehingga seluruh
tujuh mahasiswa mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing madrasah.
Wakil
Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Reni Astuti, memperkenalkan jajaran guru
pembimbing sekaligus menjelaskan pembagian pendampingan kepada para mahasiswa.
Koordinasi awal tersebut dilakukan agar mahasiswa memahami tugas, lingkungan
kerja, serta pola pendampingan selama melaksanakan PLP di MTs Negeri 7 Bantul.
Kepala
MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat, menyambut baik keterlibatan guru madrasah dalam
membimbing mahasiswa PLP.
“Para
mahasiswa kami terima untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung di
madrasah. Kami berharap guru pembimbing dapat mendampingi dengan baik, sehingga
mahasiswa memperoleh pengalaman yang bermanfaat sekaligus dapat ikut memberikan
kontribusi positif selama berada di MTs Negeri 7 Bantul,” ungkapnya.
Sementara
itu, Wakil Ketua III STIT Madani Yogyakarta, Ustad Husni Arsyad, berharap para
mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan PLP sebagai ruang untuk belajar secara
langsung dari para guru.
“Mahasiswa
kami datang untuk belajar. Karena itu, kami mohon para mahasiswa dapat
mengikuti arahan guru pembimbing dengan baik. Jika ada kekurangan selama proses
PLP, silakan diarahkan dan ditegur karena semuanya merupakan bagian dari proses
pembelajaran,” tuturnya.
Setelah
pembagian guru pembimbing, para mahasiswa melakukan perkenalan dan koordinasi
secara langsung dengan masing-masing pembimbing. Pertemuan tersebut menjadi
langkah awal bagi mahasiswa untuk menyusun dan menyesuaikan kegiatan PLP dengan
kondisi serta program pendidikan di MTs Negeri 7 Bantul.
Melalui pendampingan tersebut, madrasah berupaya memberikan pengalaman praktik yang nyata kepada mahasiswa sekaligus membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antara guru MTs Negeri 7 Bantul dengan calon pendidik dari STIT Madani Yogyakarta.(riza)



Tidak ada komentar
Posting Komentar