Header Ads

ad728
  • Breaking News

    MTs Negeri 7 Bantul dan STIT Madani Yogyakarta Perkuat Kerja Sama melalui Penandatanganan Naskah Kerja Sama

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Pelaksanaan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) tujuh mahasiswa Fakultas Tarbiyah STIT Madani Yogyakarta di MTs Negeri 7 Bantul turut ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara kedua lembaga, Rabu (02/09) pagi.



    Penandatanganan berlangsung di Ruang Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul setelah prosesi serah terima mahasiswa PLP. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri Kepala MTs Negeri 7 Bantul, jajaran Wakil Kepala Madrasah, Wakil Ketua I STIT Madani Yogyakarta Ustad Agustiar, Wakil Ketua III Ustad Husni Arsyad, serta guru-guru keagamaan MTs Negeri 7 Bantul.

    Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan PLP sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan madrasah dalam bidang pendidikan.

    Ustad Husni Arsyad menyampaikan harapannya agar kerja sama antara STIT Madani Yogyakarta dan MTs Negeri 7 Bantul dapat terus berlanjut.

    “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pelaksanaan PLP saja. Mudah-mudahan ke depan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dan saling memberikan manfaat bagi kampus maupun madrasah,” ungkapnya.



    Senada dengan hal tersebut, Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat, menyambut baik kerja sama yang terjalin. Menurutnya, kehadiran mahasiswa PLP dapat menjadi bagian dari proses berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kontribusi madrasah dalam menyiapkan calon pendidik.

    “Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua lembaga. Para mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata di madrasah, sementara kami juga dapat bersama-sama memberikan ruang belajar dan pengalaman pendidikan yang baik bagi mereka,” ujarnya.

    Penandatanganan naskah kerja sama kemudian dilanjutkan dengan koordinasi mahasiswa bersama guru pembimbing. Sebanyak enam guru keagamaan MTs Negeri 7 Bantul ditunjuk untuk membimbing tujuh mahasiswa PLP, dengan satu guru mendapatkan tugas membimbing dua mahasiswa.

    Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan PLP sekaligus wujud komitmen bersama dalam membangun sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan madrasah.(riza)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728