Detektif Energi: Belajar Nilai Fungsi Sambil Memburu Pemborosan Listrik di MTsN 7 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Pembelajaran Matematika di MTsN 7 Bantul berlangsung berbeda pada Kamis (17/9/2026). Murid kelas VIII B mengikuti permainan kelompok bertajuk “Detektif Energi” untuk mempelajari materi nilai fungsi sekaligus menyelidiki kebiasaan penggunaan listrik, menemukan potensi pemborosan, dan merancang solusi penghematan energi di lingkungan madrasah.
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.15–08.35 WIB selama dua jam pelajaran
tersebut dilaksanakan di lingkungan MTsN 7 Bantul. Pembelajaran dirancang untuk
menghubungkan konsep Relasi dan Fungsi, khususnya nilai fungsi, dengan
persoalan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari murid.
Guru Matematika kelas VIII MTsN 7 Bantul, Reni Astuti, menjelaskan bahwa
permainan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membuat pembelajaran lebih
menyenangkan, tetapi juga melatih sejumlah keterampilan murid dalam memecahkan
masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari menggunakan matematika
diantaranya menganalisis kasus, memeriksa hasil perhitungan, merancang solusi.
Kegiatan diawali dengan pembentukan kelompok detektif, penjelasan mengenai
tujuan pembelajaran, misi, dan aturan permainan. Setelah itu, setiap kelompok
mendapat tantangan untuk mencari dan menemukan kartu kasus yang telah disiapkan
guru dan ditempatkan secara terpisah di lingkungan madrasah. Kartu tersebut
berisi permasalahan terkait penggunaan dan pemborosan listrik yang harus
dipecahkan secara bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok.
Sebanyak enam kasus disiapkan untuk diselidiki dan dipecahkan oleh
kelompok-kelompok detektif. Dalam prosesnya, murid menemukan kartu kasus,
membaca kasus dengan teliti, menemukan informasi yang diperlukan, melakukan
perhitungan menggunakan konsep nilai fungsi, kemudian mendiskusikan solusi yang
dapat diterapkan.
Reni menambahkan bahwa pembelajaran tersebut juga dirancang untuk
mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi dan ketelitian murid.
“Anak-anak belajar membagi peran dalam kelompok, membaca kasus dengan
teliti, menemukan informasi, memeriksa hasil perhitungan, dan menghubungkan
konsep fungsi dengan kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Pembelajaran “Detektif Energi” sekaligus mengintegrasikan program Adiwiyataa
atau Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS),
khususnya aspek Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH). Melalui penyelidikan
terhadap kebiasaan penggunaan listrik, murid diajak tidak hanya memahami konsep
matematika, tetapi juga membangun kesadaran untuk berperilaku hemat energi
terutama listrik.
Melalui “Detektif Energi”, pembelajaran Matematika diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menghitung. Murid juga memperoleh pengalaman menerapkan matematika untuk memahami persoalan nyata, bekerja sama dalam kelompok, merancang solusi, serta membangun kebiasaan hemat listrik sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.(RA)




Tidak ada komentar
Posting Komentar