Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Detektif Energi: Belajar Nilai Fungsi Sambil Memburu Pemborosan Listrik di MTsN 7 Bantul

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Pembelajaran Matematika di MTsN 7 Bantul berlangsung berbeda pada Kamis (17/9/2026). Murid kelas VIII B mengikuti permainan kelompok bertajuk “Detektif Energi” untuk mempelajari materi nilai fungsi sekaligus menyelidiki kebiasaan penggunaan listrik, menemukan potensi pemborosan, dan merancang solusi penghematan energi di lingkungan madrasah.



    Kegiatan yang berlangsung pukul 07.15–08.35 WIB selama dua jam pelajaran tersebut dilaksanakan di lingkungan MTsN 7 Bantul. Pembelajaran dirancang untuk menghubungkan konsep Relasi dan Fungsi, khususnya nilai fungsi, dengan persoalan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari murid.

    Guru Matematika kelas VIII MTsN 7 Bantul, Reni Astuti, menjelaskan bahwa permainan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan, tetapi juga melatih sejumlah keterampilan murid dalam memecahkan masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari menggunakan matematika diantaranya menganalisis kasus, memeriksa hasil perhitungan, merancang solusi.

    Kegiatan diawali dengan pembentukan kelompok detektif, penjelasan mengenai tujuan pembelajaran, misi, dan aturan permainan. Setelah itu, setiap kelompok mendapat tantangan untuk mencari dan menemukan kartu kasus yang telah disiapkan guru dan ditempatkan secara terpisah di lingkungan madrasah. Kartu tersebut berisi permasalahan terkait penggunaan dan pemborosan listrik yang harus dipecahkan secara bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok.

    Sebanyak enam kasus disiapkan untuk diselidiki dan dipecahkan oleh kelompok-kelompok detektif. Dalam prosesnya, murid menemukan kartu kasus, membaca kasus dengan teliti, menemukan informasi yang diperlukan, melakukan perhitungan menggunakan konsep nilai fungsi, kemudian mendiskusikan solusi yang dapat diterapkan.

    Reni menambahkan bahwa pembelajaran tersebut juga dirancang untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi dan ketelitian murid.

    “Anak-anak belajar membagi peran dalam kelompok, membaca kasus dengan teliti, menemukan informasi, memeriksa hasil perhitungan, dan menghubungkan konsep fungsi dengan kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

    Pembelajaran “Detektif Energi” sekaligus mengintegrasikan program Adiwiyataa atau Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), khususnya aspek Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH). Melalui penyelidikan terhadap kebiasaan penggunaan listrik, murid diajak tidak hanya memahami konsep matematika, tetapi juga membangun kesadaran untuk berperilaku hemat energi terutama listrik.



    Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari murid. Fabiana Fika Putri Chairunnisa, murid kelas VIII B, turut mengikuti proses penyelidikan dan pemecahan kasus. Ia merasakan bahwa pembelajaran melalui permainan membuat materi lebih mudah dipahami. Sementara Hazim Zhafran Abdussalam menuturkan bahwa ia dan teman-temannya merasa senang karena bisa lebih mengenal satu sama lain. “Iya, senang bisa belajar bareng dan saling menjelaskan bila ada yang tidak faham. Apalagi saat kami berembug menentukan nama kelompok dengan nama peralatan yang menggunakan listrik.”

    Melalui “Detektif Energi”, pembelajaran Matematika diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menghitung. Murid juga memperoleh pengalaman menerapkan matematika untuk memahami persoalan nyata, bekerja sama dalam kelompok, merancang solusi, serta membangun kebiasaan hemat listrik sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.(RA)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728