Kolaborasi dengan Psikolog Puskesmas Piyungan untuk Deteksi Dini Kesehatan Mental Murid
Bantul (MTsN 7 Bantul) — MTsN 7 Bantul terus memperkuat layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan psikologis murid. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun kolaborasi dengan Psikolog Puskesmas Piyungan dalam upaya deteksi dini kesehatan mental murid.
Kegiatan
kolaborasi tersebut melibatkan Guru BK MTsN 7 Bantul, Isnan Rosyid, bersama Psikolog
Puskesmas Piyungan, Basyir, dengan dukungan Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat,
Kolaborasi
ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memberikan layanan bimbingan dan
konseling yang komprehensif. Guru BK memiliki peran penting dalam mengenali
berbagai perubahan perilaku, emosi, hubungan sosial, maupun kondisi belajar
murid yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
“Deteksi
dini penting dilakukan agar berbagai persoalan yang dialami murid dapat
dikenali sejak awal. Guru BK dapat melakukan pendampingan sesuai kewenangannya,
sedangkan persoalan yang membutuhkan penanganan psikologis lebih lanjut dapat
dikonsultasikan atau dirujuk kepada tenaga profesional,” ujar Isnan Rosyid.
Dalam
proses tumbuh kembangnya, murid dapat menghadapi berbagai tantangan, seperti
tekanan belajar, kesulitan beradaptasi, masalah pertemanan, konflik keluarga,
kecemasan, perubahan suasana hati, hingga persoalan perilaku. Tidak semua
persoalan tersebut dapat ditangani hanya melalui layanan BK di madrasah.
Oleh
karena itu, keterlibatan psikolog menjadi bagian penting dalam membangun sistem
layanan yang saling terhubung. Melalui kolaborasi dengan Psikolog Puskesmas
Piyungan, Basyir, madrasah dapat memperoleh perspektif profesional dalam
memahami kondisi psikologis murid serta menentukan langkah pendampingan yang
sesuai.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat, menyampaikan bahwa madrasah perlu menciptakan
lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan mendukung perkembangan
murid secara utuh.
“Pendidikan
tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Kondisi psikologis dan
kenyamanan murid juga menjadi bagian penting agar mereka dapat belajar,
berkembang, dan berprestasi secara optimal,” tutur Hidayat.
Melalui
kerja sama antara madrasah, Guru BK, orang tua, tenaga kesehatan, dan psikolog,
diharapkan muncul sistem pendampingan yang lebih terpadu. Murid yang
membutuhkan perhatian dapat memperoleh bantuan sedini mungkin dengan tetap
memperhatikan *kerahasiaan, martabat, dan kepentingan terbaik murid.
Kolaborasi MTsN 7 Bantul dengan Psikolog Puskesmas Piyungan ini sekaligus menjadi komitmen madrasah untuk menghadirkan layanan BK yang semakin profesional dan komprehensif. Dengan deteksi dini dan pendampingan yang tepat, madrasah berharap setiap murid dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan.(isnan)



Tidak ada komentar
Posting Komentar