Kolaborasi MTsN 7 Bantul dengan PKBM Bina Karya untuk Menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun
Bantul (MTsN 7 Bantul) — MTsN 7 Bantul terus berupaya memastikan setiap peserta didik memperoleh hak pendidikan dan mendapatkan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhannya. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan PKBM Bina Karya, Jalan Ngelosari, Jombor, Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kolaborasi
ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung penuntasan wajib
belajar 9 tahun, sekaligus memberikan alternatif layanan pendidikan bagi
peserta didik yang membutuhkan pola pembelajaran yang lebih fleksibel.
Dalam
pelaksanaannya, MTsN 7 Bantul melakukan komunikasi dan koordinasi dengan PKBM
Bina Karya yang diwakili oleh Faisal. Dari pihak madrasah, koordinasi dilakukan
oleh Guru BK MTsN 7 Bantul, Isnan Rosyid, dengan diketahui dan didukung oleh Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat.
Kerja
sama tersebut diarahkan terutama bagi peserta didik yang memiliki keinginan
untuk memperoleh pola kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lebih fleksibel,
dengan tetap memperhatikan keberlanjutan pendidikan dan pemenuhan hak peserta
didik untuk mendapatkan layanan pendidikan.
Layanan
pendidikan yang fleksibel diharapkan dapat menjadi solusi bagi peserta didik
yang menghadapi kondisi tertentu sehingga membutuhkan alternatif dalam
mengikuti proses pembelajaran. Dengan adanya rujukan dan komunikasi antara
madrasah dengan PKBM, peserta didik tetap mendapatkan kesempatan untuk
melanjutkan pendidikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Guru
BK MTsN 7 Bantul, Isnan Rosyid, menyampaikan bahwa layanan bimbingan dan
konseling tidak hanya berorientasi pada penyelesaian permasalahan peserta didik
di lingkungan madrasah, tetapi juga membantu mencarikan alternatif pendidikan
yang tepat ketika peserta didik membutuhkan pola layanan yang berbeda.
“Prinsipnya
adalah memastikan anak tetap mendapatkan hak pendidikan. Jika ada peserta didik
yang membutuhkan pola belajar yang lebih fleksibel, maka madrasah perlu
membantu mencarikan alternatif dan berkoordinasi dengan lembaga pendidikan yang
sesuai,” ungkap Isnan.
Sementara
itu, Faisal dari PKBM Bina Karya menyambut baik adanya komunikasi dan
kolaborasi dengan MTsN 7 Bantul. Sinergi antara madrasah dan PKBM diharapkan
dapat memperluas akses layanan pendidikan bagi peserta didik yang membutuhkan
alternatif pembelajaran.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat, memberikan dukungan terhadap upaya tersebut.
Menurutnya, keberlanjutan pendidikan peserta didik merupakan tanggung jawab
bersama yang membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak.
Kolaborasi MTsN 7 Bantul dengan PKBM Bina Karya menjadi salah satu bentuk nyata komitmen madrasah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Melalui sinergi tersebut, diharapkan tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan dapat mendukung upaya bersama dalam menuntaskan wajib belajar 9 tahun.(isnan)



Tidak ada komentar
Posting Komentar