Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kolaborasi MTsN 7 Bantul dengan PKBM Bina Karya untuk Menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — MTsN 7 Bantul terus berupaya memastikan setiap peserta didik memperoleh hak pendidikan dan mendapatkan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhannya. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan PKBM Bina Karya, Jalan Ngelosari, Jombor, Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.



    Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung penuntasan wajib belajar 9 tahun, sekaligus memberikan alternatif layanan pendidikan bagi peserta didik yang membutuhkan pola pembelajaran yang lebih fleksibel.

    Dalam pelaksanaannya, MTsN 7 Bantul melakukan komunikasi dan koordinasi dengan PKBM Bina Karya yang diwakili oleh Faisal. Dari pihak madrasah, koordinasi dilakukan oleh Guru BK MTsN 7 Bantul, Isnan Rosyid, dengan diketahui dan didukung oleh Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat.

    Kerja sama tersebut diarahkan terutama bagi peserta didik yang memiliki keinginan untuk memperoleh pola kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lebih fleksibel, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan pendidikan dan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan.

    Layanan pendidikan yang fleksibel diharapkan dapat menjadi solusi bagi peserta didik yang menghadapi kondisi tertentu sehingga membutuhkan alternatif dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan adanya rujukan dan komunikasi antara madrasah dengan PKBM, peserta didik tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

    Guru BK MTsN 7 Bantul, Isnan Rosyid, menyampaikan bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya berorientasi pada penyelesaian permasalahan peserta didik di lingkungan madrasah, tetapi juga membantu mencarikan alternatif pendidikan yang tepat ketika peserta didik membutuhkan pola layanan yang berbeda.

    “Prinsipnya adalah memastikan anak tetap mendapatkan hak pendidikan. Jika ada peserta didik yang membutuhkan pola belajar yang lebih fleksibel, maka madrasah perlu membantu mencarikan alternatif dan berkoordinasi dengan lembaga pendidikan yang sesuai,” ungkap Isnan.

    Sementara itu, Faisal dari PKBM Bina Karya menyambut baik adanya komunikasi dan kolaborasi dengan MTsN 7 Bantul. Sinergi antara madrasah dan PKBM diharapkan dapat memperluas akses layanan pendidikan bagi peserta didik yang membutuhkan alternatif pembelajaran.

    Kepala MTsN 7 Bantul, Hidayat, memberikan dukungan terhadap upaya tersebut. Menurutnya, keberlanjutan pendidikan peserta didik merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak.

    Kolaborasi MTsN 7 Bantul dengan PKBM Bina Karya menjadi salah satu bentuk nyata komitmen madrasah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Melalui sinergi tersebut, diharapkan tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan dapat mendukung upaya bersama dalam menuntaskan wajib belajar 9 tahun.(isnan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728