Pererat Tali Silaturahmi, Wali Kelas IX B dan POT Jenguk Murid Pascaoperasi
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Kepedulian terhadap peserta didik kembali ditunjukkan keluarga besar MTsN 7 Bantul. Wali Kelas IX B, Eryanto Mahmudi, bersama Paguyuban Orang Tua (POT) menjenguk Endrian Agung Prasetyo, peserta didik kelas IX B yang sedang menjalani masa pemulihan setelah menjalani operasi usus buntu. Kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara madrasah, peserta didik, dan orang tua.
Kunjungan dilaksanakan pada Selasa
(29/9/2026) sore. Rombongan wali kelas dan anggota POT berkumpul di depan MTsN
7 Bantul pada pukul 14.00 WIB sebelum bersama-sama menuju kediaman Endrian di
Kuncen, Tegaltirto, Berbah, Sleman.
Endrian diketahui telah menjalani
operasi usus buntu pada Kamis (24/9/2026). Setelah menjalani tindakan medis
tersebut, Endrian masih membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan
kondisi sebelum kembali mengikuti kegiatan pembelajaran di madrasah.
Kehadiran wali kelas bersama Paguyuban
Orang Tua di kediaman Endrian disambut dengan suasana kekeluargaan. Dalam
kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan doa dan memberikan semangat agar
Endrian dapat menjalani proses pemulihan dengan baik. Selain itu, kunjungan
juga menjadi kesempatan untuk berkomunikasi dengan keluarga mengenai kondisi
Endrian selama menjalani masa pemulihan.
Wali Kelas IX B MTsN 7 Bantul, Eryanto
Mahmudi, mengatakan bahwa perhatian terhadap peserta didik merupakan bagian
dari tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang humanis.
“Hubungan antara guru, peserta didik,
dan orang tua tidak hanya terjalin dalam kegiatan pembelajaran. Ketika ada
peserta didik yang sedang mengalami kondisi tertentu, kita perlu hadir
memberikan perhatian, dukungan, dan semangat,” ujar Eryanto.
Menurutnya, kepedulian tersebut penting
untuk membangun rasa kekeluargaan di lingkungan madrasah. Peserta didik
diharapkan tidak hanya merasakan kehadiran guru ketika berada di ruang kelas,
tetapi juga memperoleh dukungan ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan
perhatian.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum
bagi Wali Kelas IX B dan Paguyuban Orang Tua untuk mempererat komunikasi.
Sinergi antara madrasah dan keluarga dinilai penting dalam mendampingi
perkembangan peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun dalam aspek
sosial dan emosional.
Keberadaan Paguyuban Orang Tua turut
memberikan warna dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan antara orang tua peserta
didik dan wali kelas menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap kondisi
peserta didik. Komunikasi yang terjalin diharapkan dapat terus dipelihara
sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung
tumbuh kembang peserta didik.
Kunjungan tersebut juga menjadi sarana
untuk menanamkan nilai kepedulian dan empati. Pendidikan tidak hanya berkaitan
dengan pencapaian hasil belajar, tetapi juga pembentukan karakter melalui sikap
saling menghargai, membantu, dan memberikan dukungan kepada sesama.
Melalui kunjungan tersebut, keluarga
besar MTsN 7 Bantul berharap Endrian Agung Prasetyo dapat menjalani masa
pemulihan dengan lancar dan segera memperoleh kesehatan. Setelah kondisinya
memungkinkan, Endrian diharapkan dapat kembali mengikuti kegiatan pembelajaran
bersama teman-temannya di kelas IX B.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MTsN 7 Bantul dalam membangun hubungan yang harmonis antara madrasah, peserta didik, dan keluarga. Silaturahmi dan kepedulian diharapkan terus tumbuh sehingga tercipta lingkungan madrasah yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi tumbuhnya empati, kebersamaan, dan nilai-nilai kekeluargaan.(ery)



Tidak ada komentar
Posting Komentar