Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Dari Jumat Bersih ke Literasi Digital, Semangat Belajar Murid IX D MTsN 7 Bantul Tetap Menyala

    Bantul (MTsN 7 Bantul) — Semangat belajar peserta didik kelas IX D MTsN 7 Bantul tetap terjaga meskipun telah tiga pekan mempelajari materi Literasi Digital. Pada Jumat (23/10/2026), peserta didik mengikuti pembelajaran Informatika dengan topik Strategi Pencegahan dan Perlindungan dari Malware di Perpustakaan MTsN 7 Bantul. Kegiatan yang dipandu oleh guru Informatika, Eryanto Mahmudi, tersebut menjadi penutup pembelajaran Bab 2 bertema Literasi Digital.



    Antusiasme peserta didik terlihat meskipun sejak pagi mereka telah mengikuti agenda madrasah berupa kegiatan Jumat Bersih yang mengharuskan mereka berjalan cukup jauh. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti pembelajaran. Situasi ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi guru untuk menghadirkan kegiatan belajar yang menarik, menyenangkan, dan tetap bermakna.

    Dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga perlu menentukan strategi yang tepat agar peserta didik tetap fokus dan tidak merasa jenuh. Terlebih, materi Literasi Digital telah dipelajari selama tiga pekan sehingga diperlukan variasi metode dan media pembelajaran untuk menjaga motivasi belajar.

    Salah satu strategi yang diterapkan Eryanto Mahmudi adalah memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif. Penggunaan perangkat tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis, memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran konvensional, serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami materi.

    Materi yang disampaikan berfokus pada strategi pencegahan dan perlindungan dari malware. Malware merupakan singkatan dari malicious software, yaitu perangkat lunak berbahaya yang dapat dirancang untuk merusak sistem, mencuri informasi, memata-matai aktivitas pengguna, atau mengganggu kinerja perangkat digital.

    Peserta didik diajak mengingat kembali berbagai jenis malware, seperti virus, worm, Trojan horse, ransomware, spyware, adware, keylogger, rootkit, dan botnet. Mereka juga mempelajari dampak yang dapat ditimbulkan apabila gawai terinfeksi malware, antara lain kehilangan data, pencurian kata sandi, kebocoran informasi pribadi, gangguan kinerja perangkat, hingga potensi kerugian finansial.

    Untuk melindungi perangkat dan data pribadi, peserta didik diingatkan agar tidak sembarangan membuka tautan atau lampiran mencurigakan, mengunduh aplikasi dari sumber tidak tepercaya, serta menggunakan perangkat lunak bajakan. Selain itu, pembaruan sistem dan aplikasi, penggunaan antivirus yang tepercaya, kata sandi yang kuat, serta pencadangan data secara berkala menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan digital.

    Setelah menerima materi, peserta didik mengikuti permainan interaktif menggunakan IFP. Dalam permainan tersebut, mereka diminta menjawab pertanyaan dengan menyusun kata-kata yang tersedia hingga membentuk kalimat yang benar. Pertanyaan berkaitan dengan jenis-jenis malware dan akibat yang ditimbulkan apabila gawai terinfeksi perangkat lunak berbahaya.

    Aktivitas ini menjadi sarana untuk mengukur pemahaman sekaligus memperkuat ingatan peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, peserta didik dapat mengasah ketelitian, kemampuan berpikir, dan kerja sama dalam suasana yang lebih menyenangkan.

    Pembelajaran Informatika kelas IX D tersebut menjadi penutup Bab 2 Literasi Digital sekaligus penguatan kecakapan peserta didik dalam menghadapi tantangan dunia digital. Melalui pemanfaatan teknologi dan strategi pembelajaran yang variatif, MTsN 7 Bantul berupaya membangun pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

    Diharapkan, peserta didik tidak hanya memahami jenis dan bahaya malware, tetapi juga mampu menerapkan langkah pencegahan secara bijak ketika menggunakan perangkat digital. Dengan demikian, literasi digital menjadi bekal penting untuk membentuk generasi yang cakap teknologi, kritis, bertanggung jawab, serta mampu menjaga keamanan informasi di era digital.(ery)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728