Dari Jumat Bersih ke Literasi Digital, Semangat Belajar Murid IX D MTsN 7 Bantul Tetap Menyala
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Semangat belajar peserta didik kelas IX D MTsN 7 Bantul tetap terjaga meskipun telah tiga pekan mempelajari materi Literasi Digital. Pada Jumat (23/10/2026), peserta didik mengikuti pembelajaran Informatika dengan topik Strategi Pencegahan dan Perlindungan dari Malware di Perpustakaan MTsN 7 Bantul. Kegiatan yang dipandu oleh guru Informatika, Eryanto Mahmudi, tersebut menjadi penutup pembelajaran Bab 2 bertema Literasi Digital.
Antusiasme peserta didik terlihat
meskipun sejak pagi mereka telah mengikuti agenda madrasah berupa kegiatan
Jumat Bersih yang mengharuskan mereka berjalan cukup jauh. Kondisi tersebut
tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti pembelajaran. Situasi ini
menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi guru untuk menghadirkan kegiatan
belajar yang menarik, menyenangkan, dan tetap bermakna.
Dalam proses pembelajaran, guru tidak
hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga perlu menentukan strategi yang
tepat agar peserta didik tetap fokus dan tidak merasa jenuh. Terlebih, materi
Literasi Digital telah dipelajari selama tiga pekan sehingga diperlukan variasi
metode dan media pembelajaran untuk menjaga motivasi belajar.
Salah satu strategi yang diterapkan
Eryanto Mahmudi adalah memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai
media pembelajaran interaktif. Penggunaan perangkat tersebut diharapkan mampu
menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis, memberikan pengalaman berbeda
dari pembelajaran konvensional, serta mendorong keterlibatan aktif peserta
didik dalam memahami materi.
Materi yang disampaikan berfokus pada
strategi pencegahan dan perlindungan dari malware. Malware merupakan
singkatan dari malicious software, yaitu perangkat lunak berbahaya yang
dapat dirancang untuk merusak sistem, mencuri informasi, memata-matai aktivitas
pengguna, atau mengganggu kinerja perangkat digital.
Peserta didik diajak mengingat kembali
berbagai jenis malware, seperti virus, worm, Trojan horse, ransomware,
spyware, adware, keylogger, rootkit, dan botnet. Mereka juga
mempelajari dampak yang dapat ditimbulkan apabila gawai terinfeksi malware,
antara lain kehilangan data, pencurian kata sandi, kebocoran informasi pribadi,
gangguan kinerja perangkat, hingga potensi kerugian finansial.
Untuk melindungi perangkat dan data
pribadi, peserta didik diingatkan agar tidak sembarangan membuka tautan atau
lampiran mencurigakan, mengunduh aplikasi dari sumber tidak tepercaya, serta
menggunakan perangkat lunak bajakan. Selain itu, pembaruan sistem dan aplikasi,
penggunaan antivirus yang tepercaya, kata sandi yang kuat, serta pencadangan
data secara berkala menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan digital.
Setelah menerima materi, peserta didik
mengikuti permainan interaktif menggunakan IFP. Dalam permainan tersebut,
mereka diminta menjawab pertanyaan dengan menyusun kata-kata yang tersedia
hingga membentuk kalimat yang benar. Pertanyaan berkaitan dengan jenis-jenis malware
dan akibat yang ditimbulkan apabila gawai terinfeksi perangkat lunak berbahaya.
Aktivitas ini menjadi sarana untuk
mengukur pemahaman sekaligus memperkuat ingatan peserta didik terhadap materi
yang telah dipelajari. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, peserta didik
dapat mengasah ketelitian, kemampuan berpikir, dan kerja sama dalam suasana
yang lebih menyenangkan.
Pembelajaran Informatika kelas IX D
tersebut menjadi penutup Bab 2 Literasi Digital sekaligus penguatan kecakapan
peserta didik dalam menghadapi tantangan dunia digital. Melalui pemanfaatan
teknologi dan strategi pembelajaran yang variatif, MTsN 7 Bantul berupaya
membangun pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan relevan dengan kehidupan
sehari-hari.
Diharapkan, peserta didik tidak hanya memahami jenis dan bahaya malware, tetapi juga mampu menerapkan langkah pencegahan secara bijak ketika menggunakan perangkat digital. Dengan demikian, literasi digital menjadi bekal penting untuk membentuk generasi yang cakap teknologi, kritis, bertanggung jawab, serta mampu menjaga keamanan informasi di era digital.(ery)



Tidak ada komentar
Posting Komentar