Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Guru Al-Qur’an Hadits MTsN 7 Bantul Dampingi Mahasiswa STIT Madani Laksanakan PLP, Angkat Tema Menghindari Sifat Kikir

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Guru Al-Qur’an Hadits MTs Negeri 7 Bantul, Faisal Chabib, mendampingi mahasiswa STIT Madani, Ahmad Sadewa, dalam melaksanakan kegiatan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di kelas VII B, Rabu (21/10/2026).



    Kegiatan pembelajaran kali ini mengangkat tema “Menghindari Sifat Kikir”, yang bertujuan menanamkan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya bersikap dermawan serta menjauhi perilaku kikir dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam pelaksanaannya, Ahmad Sadewa menyampaikan materi pembelajaran dengan memanfaatkan media presentasi yang menampilkan ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Lail ayat 8–11. Melalui materi tersebut, peserta didik diajak memahami gambaran perilaku orang yang kikir serta akibat buruk yang dapat ditimbulkannya.

    Suasana pembelajaran berlangsung dengan melibatkan peserta didik kelas VII A. Mereka mengikuti penjelasan materi sembari mempelajari kandungan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sikap kikir dan pentingnya membiasakan diri untuk berbuat kebaikan.

    Pendampingan yang dilakukan Faisal Chabib, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PLP. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan mengajar secara langsung di kelas, sekaligus mendapatkan pengalaman dalam mengelola pembelajaran serta menyampaikan materi sesuai dengan karakteristik peserta didik madrasah.

    Selain mengembangkan kompetensi pedagogis mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan nilai-nilai akhlak mulia bagi peserta didik. Pemahaman tentang bahaya sifat kikir diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti gemar berbagi, peduli terhadap sesama, dan bersyukur atas nikmat Allah Swt.

    Melalui pendampingan kegiatan PLP ini, MTs Negeri 7 Bantul terus mendukung proses pembelajaran yang bermakna sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa calon pendidik untuk mengembangkan kompetensi profesionalnya. Diharapkan, kolaborasi antara guru pamong dan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran serta pembentukan karakter Islami peserta didik.(faisal)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728