Guru Al-Qur’an Hadits MTsN 7 Bantul Dampingi Mahasiswa STIT Madani Laksanakan PLP, Angkat Tema Menghindari Sifat Kikir
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Guru Al-Qur’an Hadits MTs Negeri 7 Bantul, Faisal Chabib, mendampingi mahasiswa STIT Madani, Ahmad Sadewa, dalam melaksanakan kegiatan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di kelas VII B, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan
pembelajaran kali ini mengangkat tema “Menghindari Sifat Kikir”, yang bertujuan
menanamkan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya bersikap dermawan
serta menjauhi perilaku kikir dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam
pelaksanaannya, Ahmad Sadewa menyampaikan materi pembelajaran dengan
memanfaatkan media presentasi yang menampilkan ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya
Surah Al-Lail ayat 8–11. Melalui materi tersebut, peserta didik diajak memahami
gambaran perilaku orang yang kikir serta akibat buruk yang dapat
ditimbulkannya.
Suasana
pembelajaran berlangsung dengan melibatkan peserta didik kelas VII A. Mereka
mengikuti penjelasan materi sembari mempelajari kandungan ayat-ayat Al-Qur’an
yang berkaitan dengan sikap kikir dan pentingnya membiasakan diri untuk berbuat
kebaikan.
Pendampingan
yang dilakukan Faisal Chabib, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PLP.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan
keterampilan mengajar secara langsung di kelas, sekaligus mendapatkan
pengalaman dalam mengelola pembelajaran serta menyampaikan materi sesuai dengan
karakteristik peserta didik madrasah.
Selain
mengembangkan kompetensi pedagogis mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana
penguatan nilai-nilai akhlak mulia bagi peserta didik. Pemahaman tentang bahaya
sifat kikir diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga
diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti gemar berbagi, peduli terhadap
sesama, dan bersyukur atas nikmat Allah Swt.
Melalui pendampingan kegiatan PLP ini, MTs Negeri 7 Bantul terus mendukung proses pembelajaran yang bermakna sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa calon pendidik untuk mengembangkan kompetensi profesionalnya. Diharapkan, kolaborasi antara guru pamong dan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran serta pembentukan karakter Islami peserta didik.(faisal)



Tidak ada komentar
Posting Komentar