Nyalakan Api Riset Generasi Muda! Dikpora Bantul Gembleng 90 Siswa SMP/MTs Menuju OPSI 2027
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Langkah besar menuju lahirnya peneliti-peneliti muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing dimulai dari keberanian mengajukan pertanyaan, menggali persoalan, dan menemukan solusi. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan persiapan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2027 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul pada Rabu–Sabtu, 14–17 Oktober 2026, bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sewon, Bantul.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pengembangan
potensi riset pelajar tingkat SMP/MTs. Sebanyak 90 siswa dari 45 SMP/MTs
terpilih di Kabupaten Bantul mengikuti rangkaian pembekalan untuk mempersiapkan
diri menghadapi OPSI 2027. Mereka bukan sekadar hadir menerima informasi,
tetapi diajak membangun pola pikir ilmiah, mengasah kepekaan terhadap persoalan
di lingkungan sekitar, serta mengubah gagasan menjadi rancangan penelitian yang
sistematis.
Hadir sebagai narasumber dari Gemati Project, Kak Yoyok dan
Kak Salwa, yang mendampingi para peserta dalam memahami dunia penelitian
sekaligus membekali mereka dengan keterampilan menyusun proposal penelitian.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, para siswa diperkenalkan pada
tahapan awal penelitian, mulai dari menemukan ide, mengidentifikasi masalah,
merumuskan pertanyaan penelitian, hingga menyusun proposal sebagai fondasi
pelaksanaan riset.
Proses ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk
membangun keterampilan berpikir kritis, kreatif, analitis, dan sistematis. Shafiqa
Cantika Maesty dan Lutfia Zahra Talita utusan dari MTsN 7 Bantul merasa bangga
bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya bisa belajar langsung menerapkan teori riset
yang diperoleh dalam kegiatan ekstrakurikuler di madrasah selama ini. Meski
saya agak kesulitan menyusun proposal, namun saya menjadi lebih paham,” ungkap
Shafiqa.
Rangkaian persiapan OPSI 2027 berlangsung selama empat
hari, mulai pukul 07.00 hingga 11.30 WIB. Pada Rabu hingga Jumat, kegiatan
dilaksanakan secara langsung di SKB Sewon, sedangkan pada Sabtu, 17 Oktober
2026, kegiatan dilanjutkan secara daring.
Keikutsertaan 45 SMP/MTs terpilih menunjukkan adanya ruang
kolaborasi antarsekolah dalam menumbuhkan budaya riset sejak dini. Hidayat,
kepala MTsN 7 Bantul merasa sangat beruntung karena MTsN 7 Bantul menjadi salah
satu peserta terpilih untuk mendapatkan bimbingan dari Dikpora Bantul.
“Kesempatan ini sangat luar biasa, artinya MTsN 7 Bantul diakui di tingkat
kabupaten sebagai salah satu madrasah berbasis riset,” tuturnya.
Melalui kegiatan yang diinisiasi Dikpora Bantul ini, diharapkan semakin banyak siswa SMP/MTs yang tertarik pada dunia penelitian dan mampu menghasilkan karya inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pembekalan sejak dini juga diharapkan dapat memperkuat kesiapan peserta dalam mengembangkan proposal penelitian menuju OPSI 2027.(Wien)



Tidak ada komentar
Posting Komentar