Padukan Potensi Kekayaan Hayati Indonesia dan Kepedulian Terhadap Lingkungan, Dua Murid MTsN 7 Bantul Raih Perunggu LKTI Kompressiana 2026
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid MTsN 7 Bantul. Keduanya dari kelas IX F, Zaskia Nathania Thalita Rachman dan Zulfanida Tri Nur Agustin, berhasil meraih medali perunggu dalam final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kompressiana tingkat pelajar SMP/MTs se-Indonesia tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Forcemi (Forum Cendekia Muda Indonesia).
Babak final kompetisi berlangsung pada Jumat, 16 Oktober
2026, pukul 09.00 WIB secara daring. Dalam ajang ini, Zaskia dan Zulfa tampil
sebagai duta MTsN 7 Bantul dengan membawa gagasan penelitian yang memadukan
potensi kekayaan hayati Indonesia dan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa semangat meneliti,
keberanian berinovasi, dan ketekunan mengembangkan gagasan dapat membuka jalan
bagi murid madrasah untuk berprestasi di tingkat nasional. Karya yang mengantarkan
keduanya meraih prestasi berjudul “Potensi Kombinasi Ekstrak Biji Mimba (Azadirachta
indica) dan Daun Kepel (Stelechocarpus burahol) sebagai Biolarvasida
Aedes aegypti.”
Proposal penelitian ini mengangkat potensi biji mimba dan
daun kepel sebagai bahan berbasis tumbuhan yang menarik untuk dikaji dalam
pengembangan biolarvasida. Topik tersebut dipilih dengan menghubungkan potensi
tanaman dengan persoalan kesehatan lingkungan, khususnya pengendalian larva
nyamuk Aedes aegypti, yang dikenal sebagai vektor penular demam berdarah
dengue (DBD).
Melalui karya ini, Zaskia dan Zulfa menunjukkan bahwa
lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi penelitian. Kekayaan alam
tidak hanya menyimpan potensi untuk dipelajari, tetapi juga membuka peluang
bagi generasi muda untuk mengembangkan gagasan inovatif melalui pendekatan
ilmiah.
Keberhasilan Zaskia dan Zulfa tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pendampingan Irkhas Aliyah dalam mengembangkan gagasan penelitian. Pengalaman mengikuti LKTI menjadi ruang belajar yang berharga bagi Zaskia dan Zulfa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun rumusan masalah, menelaah referensi, dan merancang penelitian secara sistematis. Mereka merasa bersyukur dapat meraih prestasi tersebut. “Saya berharap prestasi bukan sekadar tambahan catatan penghargaan. lebih dari itu yakni menjadi inspirasi bagi keluarga besar MTsN 7 Bantul untuk terus menumbuhkan budaya riset, kreativitas, dan inovasi di lingkungan madrasah.” Kata Zaskia sambil tersenyum bangga.(Wien)



Tidak ada komentar
Posting Komentar