Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Satlantas Polsek Piyungan Beri Edukasi di MTsN 7 Bantul
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Upacara bendera hari Senin (9/2/2026) di MTsN 7 Bantul berlangsung dengan suasana berbeda. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Anggota Satlantas Polsek Piyungan, Bapak Giyarto, hadir mewakili Kapolsek Piyungan untuk memberikan amanat penting terkait keselamatan berlalu lintas di hadapan ratusan siswa, guru, dan pegawai.
Kehadiran
pihak kepolisian ini merupakan bagian dari upaya preventif dan sosialisasi
menyambut Operasi Keselamatan Progo 2026 yang berlangsung sejak 2 hingga 15
Februari mendatang.
Dalam
amanatnya, Bapak Giyarto memaparkan data yang cukup memprihatinkan terkait
angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Bantul sepanjang tahun 2025. Tercatat,
keterlibatan pelajar dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sangat tinggi.
“Data
tahun 2025 menunjukkan sebanyak 881 pelajar terlibat dalam kecelakaan, dengan
780 orang menjadi korban dan 23 orang di antaranya meninggal dunia. Hal ini
mayoritas disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas dan kurangnya etika saat
berkendara,” ungkap Giyarto saat membacakan amanat Kapolsek.
Beliau
juga mengingatkan kembali mengenai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan sebagai dasar hukum yang harus dipatuhi. Penekanan khusus
diberikan kepada para siswa agar selalu menaati peraturan, demi keselamatan
diri sendiri dan orang lain.
Menanggapi
fenomena tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa keselamatan siswa di jalan
raya memerlukan pengawasan khusus yang terintegrasi antara orang tua,
masyarakat, dan pihak sekolah.
Selain
poin keselamatan, Bapak Giyarto juga menyisipkan pesan motivasi bagi para siswa
MTsN 7 Bantul. Beliau mengajak seluruh siswa untuk senantiasa taat kepada Allah
SWT, patuh kepada bapak/ibu guru, serta rajin belajar demi tercapainya
cita-cita di masa depan.
Kepala
MTsN 7 Bantul, Hidayat menyambut baik arahan dari Polsek Piyungan tersebut.
“Kami
sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Giyarto. Data yang disampaikan
menjadi pengingat keras bagi kami dan para siswa. Madrasah akan terus
memperketat edukasi mengenai etika berkendara dan berharap orang tua juga lebih
selektif dalam memberikan izin kendaraan kepada putra-putrinya yang belum cukup
umur,” tegas Hidayat.
Amanat diakhiri dengan doa bersama, berharap seluruh civitas akademika MTsN 7 Bantul senantiasa dalam perlindungan Tuhan selama dalam perjalanan menuju maupun pulang dari madrasah.(nrl)




Tidak ada komentar
Posting Komentar