Puskesmas Piyungan Gencarkan Literasi Kesehatan Mental di Sekolah Melalui Pelatihan First Aider P3LP
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Dalam upaya memperkuat sistem penanganan krisis psikologis di lingkungan pendidikan, UPTD Puskesmas Piyungan, Kabupaten Bantul, menggagas kegiatan Fasilitasi Pelaksanaan First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di sekolah. Kegiatan ini menyasar tiga lembaga pendidikan di wilayah Piyungan, yaitu SMK Ma’arif 2 Piyungan, MTs Hasyim Asy’ari, dan MTs Negeri 7 Bantul. Program ini bertujuan membekali warga sekolah meliputi siswa, guru, dan tenaga kependidikan—dengan pengetahuan serta keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat terhadap kondisi luka psikologis.
Kegiatan
ini merupakan respons proaktif terhadap meningkatnya tantangan kesehatan mental
di kalangan remaja. Seperti dijelaskan dalam pemberitahuan resmi yang
dikeluarkan oleh dr. Sigit Hendro Sulistyo selaku Kepala UPTD Puskesmas
Piyungan, pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk mencegah kondisi korban
memburuk, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa melalui intervensi awal yang
tepat. Setiap sekolah diwajibkan menyiapkan 40 orang peserta yang akan menjadi
agen pertolongan pertama di lingkungannya masing-masing.
Pelaksanaan
kegiatan akan berlangsung secara bergilir sepanjang April hingga Mei 2026. SMK
Ma’arif 2 Piyungan menjadi tuan rumah pertama pada Kamis, 23 April 2026, mulai
pukul 10.00 WIB. Kemudian, giliran MTs Hasyim Asy’ari yang menyelenggarakan
kegiatan serupa pada Rabu, 6 Mei 2026, dengan waktu yang sama. Terakhir, MTs
Negeri 7 Bantul akan menggelar pelatihan ini pada Jumat, 8 Mei 2026, mulai
pukul 13.00 WIB. Seluruh kegiatan akan dilangsungkan di masing-masing lokasi
sekolah yang bersangkutan.
Inisiatif
ini mencerminkan kolaborasi strategis antara sektor kesehatan dan pendidikan
dalam membangun ekosistem sekolah yang aman dan responsif terhadap isu
kesehatan mental. Dengan melibatkan langsung warga sekolah sebagai first aider,
diharapkan dapat tercipta jaringan dukungan sosial yang kuat, sehingga setiap
siswa yang mengalami tekanan psikologis dapat segera mendapatkan bantuan
sebelum kondisinya berkembang menjadi lebih serius.
Langkah yang diambil oleh Puskesmas Piyungan ini patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan generasi muda yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga tangguh secara mental. Pelatihan P3LP ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk mengintegrasikan literasi kesehatan mental ke dalam budaya sekolah, sehingga setiap individu merasa didengar, dipahami, dan diberi ruang untuk pulih dalam lingkungan yang penuh empati.(DWS)



Tidak ada komentar
Posting Komentar