Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Puskesmas Piyungan Gencarkan Literasi Kesehatan Mental di Sekolah Melalui Pelatihan First Aider P3LP

    Bantul (MTsN 7 Bantul) – Dalam upaya memperkuat sistem penanganan krisis psikologis di lingkungan pendidikan, UPTD Puskesmas Piyungan, Kabupaten Bantul, menggagas kegiatan Fasilitasi Pelaksanaan First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di sekolah. Kegiatan ini menyasar tiga lembaga pendidikan di wilayah Piyungan, yaitu SMK Ma’arif 2 Piyungan, MTs Hasyim Asy’ari, dan MTs Negeri 7 Bantul. Program ini bertujuan membekali warga sekolah meliputi siswa, guru, dan tenaga kependidikan—dengan pengetahuan serta keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat terhadap kondisi luka psikologis.



    Kegiatan ini merupakan respons proaktif terhadap meningkatnya tantangan kesehatan mental di kalangan remaja. Seperti dijelaskan dalam pemberitahuan resmi yang dikeluarkan oleh dr. Sigit Hendro Sulistyo selaku Kepala UPTD Puskesmas Piyungan, pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk mencegah kondisi korban memburuk, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa melalui intervensi awal yang tepat. Setiap sekolah diwajibkan menyiapkan 40 orang peserta yang akan menjadi agen pertolongan pertama di lingkungannya masing-masing.

    Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung secara bergilir sepanjang April hingga Mei 2026. SMK Ma’arif 2 Piyungan menjadi tuan rumah pertama pada Kamis, 23 April 2026, mulai pukul 10.00 WIB. Kemudian, giliran MTs Hasyim Asy’ari yang menyelenggarakan kegiatan serupa pada Rabu, 6 Mei 2026, dengan waktu yang sama. Terakhir, MTs Negeri 7 Bantul akan menggelar pelatihan ini pada Jumat, 8 Mei 2026, mulai pukul 13.00 WIB. Seluruh kegiatan akan dilangsungkan di masing-masing lokasi sekolah yang bersangkutan.

    Inisiatif ini mencerminkan kolaborasi strategis antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam membangun ekosistem sekolah yang aman dan responsif terhadap isu kesehatan mental. Dengan melibatkan langsung warga sekolah sebagai first aider, diharapkan dapat tercipta jaringan dukungan sosial yang kuat, sehingga setiap siswa yang mengalami tekanan psikologis dapat segera mendapatkan bantuan sebelum kondisinya berkembang menjadi lebih serius.

    Langkah yang diambil oleh Puskesmas Piyungan ini patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan generasi muda yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga tangguh secara mental. Pelatihan P3LP ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk mengintegrasikan literasi kesehatan mental ke dalam budaya sekolah, sehingga setiap individu merasa didengar, dipahami, dan diberi ruang untuk pulih dalam lingkungan yang penuh empati.(DWS)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728