Agen Perubahan MTsN 7 Bantul Susun Program Kerja 2026/2027, Manfaatkan IFP Perpustakaan untuk Koordinasi
Bantul (MTsN 7 Bantul) – Tim Agen Perubahan MTs Negeri 7 Bantul mulai mematangkan langkah dan program kerja untuk mendukung peningkatan kualitas madrasah pada Tahun Ajaran 2026/2027. Hal tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Tim Agen Perubahan yang berlangsung di Ruang Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul, Kamis (20/08) pagi.
Kegiatan
dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh tiga Agen Perubahan MTs Negeri 7
Bantul, yakni Isnan Rosyid, S.Pd., M.S.I., Faisal Chabib, S.Pd., dan Nanik Al
Inayah, S.Pd.I. Ketiganya melakukan koordinasi sekaligus menyusun program kerja
yang akan dilaksanakan selama Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam
kegiatan tersebut, Tim Agen Perubahan tidak hanya melakukan pembahasan secara
konvensional, tetapi juga memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) yang
tersedia di Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul. Penggunaan perangkat digital
tersebut dimanfaatkan untuk menampilkan bahan pembahasan, mencermati rancangan
program, hingga memudahkan proses penyusunan dan koordinasi antaranggota tim.
Isnan
Rosyid mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi Tim Agen
Perubahan untuk menerjemahkan tugas yang telah diamanahkan ke dalam program
nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi madrasah.
“Hari ini kami berkumpul di Ruang Perpustakaan sekaligus memanfaatkan IFP sebagai sarana koordinasi. Kami menyusun program kerja Tim Agen Perubahan untuk Tahun Ajaran 2026/2027 agar program yang nantinya dilaksanakan tidak sekadar menjadi rencana, tetapi benar-benar dapat memberikan perubahan dan manfaat bagi MTs Negeri 7 Bantul,” ujar Isnan.
Menurutnya,
Agen Perubahan memiliki peran penting dalam mendorong munculnya gagasan dan
inovasi di lingkungan madrasah. Oleh karena itu, penyusunan program kerja
dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan madrasah serta peluang inovasi yang
dapat dikembangkan.
“Kami
ingin Agen Perubahan hadir bukan hanya dalam nama atau surat keputusan, tetapi
benar-benar menjadi penggerak. Setiap program harus memiliki tujuan yang jelas,
dapat dilaksanakan, dan yang paling penting mampu membawa perubahan positif
bagi warga madrasah,” lanjutnya.
Pemanfaatan
IFP dalam koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya MTs Negeri 7
Bantul untuk mengoptimalkan sarana digital yang dimiliki. Perangkat yang berada
di Perpustakaan tidak hanya digunakan untuk kegiatan pembelajaran, tetapi juga
dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan koordinasi, rapat, diskusi, hingga
penyusunan program madrasah.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan sejumlah rencana kegiatan dan pembagian tugas Tim Agen Perubahan. Melalui koordinasi tersebut, diharapkan program kerja yang dihasilkan mampu menjadi langkah konkret dalam membangun budaya kerja yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu MTs Negeri 7 Bantul.(riza)




Tidak ada komentar
Posting Komentar