Bermain Bola Voli, Siswa MTsN 7 Bantul Belajar Sehat dan Peduli Lingkungan
Bantul (MTsN 7 Bantul) — Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di MTsN 7 Bantul berlangsung dengan penuh antusias. Sebanyak 32 siswa putra dan putri mengikuti pembelajaran dengan materi permainan bola voli pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan
berlangsung dalam suasana cuaca yang cukup panas. Namun, kondisi tersebut tidak
mengurangi semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran. Justru terlihat adanya
kesadaran siswa dalam menjaga kondisi tubuh selama melakukan aktivitas fisik.
Hal menarik
terlihat dari kebiasaan siswa yang secara sadar membawa air minum masing-masing
untuk mengantisipasi rasa haus dan mencegah dehidrasi selama berolahraga.
Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya menjaga
kebutuhan cairan tubuh ketika melakukan aktivitas jasmani.
Lebih dari
sekadar memenuhi kebutuhan minum, para siswa juga membawa tumbler atau botol
minum pribadi. Kebiasaan ini menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai
Adiwiyata, khususnya dalam mengurangi penggunaan dan perkembangan sampah
plastik yang hingga saat ini masih menjadi persoalan lingkungan.
Pesan yang
dibangun dalam pembelajaran tersebut sederhana tetapi bermakna: datang ke
lapangan tanpa membawa sampah plastik dan pulang pun tetap tanpa meninggalkan
sampah plastik. Dengan demikian, aktivitas olahraga tidak hanya bertujuan
meningkatkan keterampilan gerak dan kebugaran, tetapi sekaligus menjadi sarana
pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui
pembiasaan tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam tidak
harus dimulai dari tindakan besar. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan
terkecil, seperti membawa tumbler, mengurangi sampah plastik, menjaga
kebersihan lapangan, dan tidak meninggalkan sampah setelah beraktivitas.
Pembelajaran PJOK akhirnya menjadi ruang yang memadukan olahraga, kesehatan, pendidikan karakter, dan kepedulian lingkungan. Harapannya, kebiasaan positif yang tumbuh di lingkungan madrasah dapat terus dibawa siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kepedulian terhadap kelestarian dan keseimbangan alam berkembang dari lingkungan kecil hingga menjadi budaya bersama dalam skala yang lebih luas, bahkan nasional.(ju)



Tidak ada komentar
Posting Komentar