Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Bermain Bola Voli, Siswa MTsN 7 Bantul Belajar Sehat dan Peduli Lingkungan

    Bantul (MTsN 7 Bantul)Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di MTsN 7 Bantul berlangsung dengan penuh antusias. Sebanyak 32 siswa putra dan putri mengikuti pembelajaran dengan materi permainan bola voli pada Rabu (19/8/2026).



    Kegiatan berlangsung dalam suasana cuaca yang cukup panas. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran. Justru terlihat adanya kesadaran siswa dalam menjaga kondisi tubuh selama melakukan aktivitas fisik.

    Hal menarik terlihat dari kebiasaan siswa yang secara sadar membawa air minum masing-masing untuk mengantisipasi rasa haus dan mencegah dehidrasi selama berolahraga. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya menjaga kebutuhan cairan tubuh ketika melakukan aktivitas jasmani.

    Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan minum, para siswa juga membawa tumbler atau botol minum pribadi. Kebiasaan ini menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai Adiwiyata, khususnya dalam mengurangi penggunaan dan perkembangan sampah plastik yang hingga saat ini masih menjadi persoalan lingkungan.

    Pesan yang dibangun dalam pembelajaran tersebut sederhana tetapi bermakna: datang ke lapangan tanpa membawa sampah plastik dan pulang pun tetap tanpa meninggalkan sampah plastik. Dengan demikian, aktivitas olahraga tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan gerak dan kebugaran, tetapi sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

    Melalui pembiasaan tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam tidak harus dimulai dari tindakan besar. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti membawa tumbler, mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan lapangan, dan tidak meninggalkan sampah setelah beraktivitas.

    Pembelajaran PJOK akhirnya menjadi ruang yang memadukan olahraga, kesehatan, pendidikan karakter, dan kepedulian lingkungan. Harapannya, kebiasaan positif yang tumbuh di lingkungan madrasah dapat terus dibawa siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kepedulian terhadap kelestarian dan keseimbangan alam berkembang dari lingkungan kecil hingga menjadi budaya bersama dalam skala yang lebih luas, bahkan nasional.(ju)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728